Mayjen Vahidi: Israel Sembunyikan Kekalahannya dengan Umbar Ancaman
POROS PERLAWANAN – Wakil Kepala Staf Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran, Mayjen Ahmad Vahidi memperingatkan Rezim Zionis bahwa semua gerakannya berada di bawah pantauan.
Dalam wawancara dengan jaringan berita Al-Mayadeen pada Sabtu malam 20 Desember, Vahidi menekankan bahwa Rezim Zionis, melalui ancaman dan tindakan tertentu, hanyalah berusaha menyembunyikan kekalahan telaknya dalam Perang 12 Hari.
“Rezim Zionis, melalui perang media dan operasi psikologis, hanya berusaha menampilkan dirinya dengan cara yang bertentangan dengan kenyataan rezim tersebut,” kata Vahidi.
Menurut Vahidi. Rezim Zionis memiliki banyak masalah dan gagal mencapai tujuan apa pun dalam Perang 12 hari. Ia menekankan bahwa pernyataan dan taktik propaganda Rezim Zionis tidak akan membawa hasil apa pun bagi mereka.
“Kami memantau semua perkembangan dengan cermat. Semua hal sedang diteliti secara detail.”
Surat kabar AS, New York Times, baru-baru ini mengkaji situasi saat ini antara Iran dan Rezim Zionis . Dalam laporannya, harian tersebut memperingatkan tentang penembakan rudal secara besar-besaran dari wilayah Iran.
Laporan tersebut menyatakan: “Tanpa negosiasi, pengawasan, dan transparansi mengenai jumlah cadangan nuklir Iran, banyak pihak di Kawasan khawatir bahwa perang lain antara Iran dan Israel tak terhindarkan. Meletusnya perang hanya masalah waktu.”
Mengutip dari Direktur proyek Iran di International Crisis Group, New York Times menulis: “Jika Israel menyerang Iran lagi, respons Tehran akan jauh lebih keras daripada bulan Juni (Perang 12 Hari).”
Surat kabar tersebut menambahkan: “Pejabat Iran telah menyatakan bahwa pabrik rudal beroperasi 24 jam sehari. Jika perang lain meletus, Iran berencana meluncurkan dua ribu rudal secara bersamaan untuk melumpuhkan sistem pertahanan Israel, bukan hanya lima ratus rudal yang diluncurkan selama 12 hari dalam konflik sebelumnya.”
