Media Ibrani: Rudal Iran Lumpuhkan Sistem Pertahanan Domestik Israel
POROS PERLAWANAN — Sebuah laporan dari media berbahasa Ibrani mengakui kegagalan Israel dalam melindungi wilayah front dalam negeri selama konflik militer terbaru dengan Iran. Media tersebut menyebut bahwa rudal-rudal Iran telah menimbulkan kerusakan besar dan mengekspos kelemahan mendasar dalam sistem pertahanan domestik Israel.
Dikutip Kantor Berita Tasnim, surat kabar Yisrael Hayom pada Sabtu 5 Juli menerbitkan laporan yang menyoroti ketidaksiapan Israel menghadapi serangan rudal. Laporan tersebut menyebut bahwa ratusan ribu unit hunian di Wilayah Pendudukan masih belum mendapatkan perlindungan memadai dari serangan, dan pemerintah dinilai gagal menanggulangi dampaknya secara cepat dan efisien.
“Perang terbaru menunjukkan bahwa Israel perlu segera membangun kembali wilayah-wilayah yang rusak, namun ketidakefisienan sebelum Perang 12 Hari, ditambah inkompetensi sesudahnya, hanya menumpuk masalah”, tulis media tersebut.
Dalam laporan itu disebutkan bahwa selama perang 12 hari antara Iran dan Israel, sedikitnya 17 bangunan besar di Bat Yam luluh lantak, 13 bangunan di Rehovot mengalami kehancuran serupa, dan 8 bangunan di Ramat Gan juga hancur. Infrastruktur publik dalam skala besar juga mengalami kerusakan parah.
Wali Kota Bat Yam, Zvika Brut mengaku pesimistis terhadap percepatan proses rehabilitasi. Ia menyatakan kepada Yisrael Hayom: “Rudal-rudal Iran telah menyebabkan kerusakan besar. Bahkan jika kami ingin segera memulai rekonstruksi, proses ini akan memakan waktu setidaknya dua hingga tiga tahun. Diperlukan mobilisasi penuh dari pemerintah kota dan lembaga nasional, termasuk revisi undang-undang.”
Ia menambahkan bahwa sekitar 120 dunam area kota mengalami kerusakan, dengan 75 bangunan besar terdampak, dan 20 di antaranya harus dibongkar total dan dibangun kembali dari nol.
Menurut data yang dirilis oleh Yisrael Hayom, lebih dari 12.000 warga Israel saat ini ditampung sementara di 90 hotel. Korban tewas tercatat sebanyak 29 orang, sementara korban luka lebih dari 3.400. Permintaan kompensasi yang tercatat telah mencapai 38.700 formulir, dengan nilai kerugian sipil diperkirakan melebihi 7 miliar Shekel. Biaya keamanan selama konflik dilaporkan menembus 40 miliar Shekel.
Namun demikian, media tersebut menekankan bahwa angka-angka tersebut hanya mencakup wilayah sipil dan lokasi yang telah disetujui untuk dipublikasikan oleh otoritas sensor Israel. Salah satu pertanyaan yang tersisa dan terus dihindari otoritas adalah sejauh mana rudal Iran merusak infrastruktur militer dan keamanan Israel, isu yang tetap dikaburkan oleh Tel Aviv demi menjaga kerahasiaan strategis.
