Media Zionis: Peluang Normalisasi Israel-Saudi Sepenuhnya Lenyap
POROS PERLAWANAN – Situs i24 dalam laporannya menyatakan, normalisasi hubungan Tel Aviv dengan Riyadh benar-benar tidak bisa diwujudkan lagi. Situs Zionis tersebut berpendapat, peluang untuk itu telah hilang sepenuhnya.
Dikutip Mehr dari al-Mayadeen, i24 menambahkan bahwa selama masih ada pemberitaan tentang pembantaian harian dan penyebaran gambar-gambar kehancuran di Gaza, Saudi tidak bisa bergerak seujung jarum pun menuju normalisasi hubungan dengan Israel. Ini lantaran Riyadh mencemaskan opini publik dalam negeri yang mendukung Palestina.
Bahkan jika perang di Gaza telah berakhir, tambah i24, masih dibutuhkan banyak usaha agar para petinggi Saudi berani mendeklarasikan dukungan mereka untuk normalisasi dengan Israel.
Situs ini menyatakan bahwa sebelum terjadinya Operasi Badai Aqsa pada 7 Oktober 2023, ada banyak konsentrasi positif terkait normalisasi Riyadh-Tel Aviv. Dalam wawancara dengan Fox News 17 hari sebelum Badai Aqsa, Putra Mahkota Saudi, Muhammad bin Salman mengumumkan bahwa Saudi dan israel dari hari ke hari semakin dekat menuju terwujudnya normalisasi.
I24 menambahkan, bahkan jika Saudi menghendaki normalisasi, sentimen anti-Israel di Timur Tengah, yang telah mencapai puncaknya, akan mereduksi kemampuan Riyadh untuk memuluskan jalan normalisasi dalam waktu singkat.
Di saat peluang normalisasi hubungan Saudi-Israel kian mengecil, di sisi lain Saudi, juga negara-negara Teluk Persia lain, justru semakin dekat dengan musuh nomor satu Israel, yaitu Republik islam Iran.
Bulan lalu, para menteri luar negeri negara-negara Teluk melakukan pertemuan bersejarah secara kolektif dengan Menteri Luar Negeri Iran. Pada Minggu 10 November, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Arab Saudi juga bertemu dengan mitranya dari Iran di Tehran, yang menurut laporan The New York Times, mengindikasikan menghangatnya hubungan antara kedua negara saat Iran tengah berupaya membalas dendam atas tindakan Israel.
