Loading

Ketik untuk mencari

Analisa

Membedah Pidato Trump pada Rabu Malam: Saya Kalah, dan Saya Kalah Telak!

POROS PERLAWANAN – Konon, seorang penembak jitu yang mengaku sangat terampil diminta untuk membuktikannya. Dia melepaskan beberapa tembakan, dan tak satu pun yang mengenai sasaran. Namun, dia terlalu congkak atau tak tahu malu untuk menerima kegagalan. Sebab itu, dia langsung menggambar lingkaran di sekitar tempat peluru-peluru itu mendarat dan menyatakan bahwa itulah sasaran sejak awal, dan bahwa dia telah berhasil.

Dikutip dari Tasnim, pada dasarnya, ini adalah kisah pidato Trump pada Rabu malam 1 April dan “update penting” yang dijanjikan Gedung Putih. Di samping berbagai klaim berulang yang tentu saja disampaikan Trump tadi malam, perkembangan paling signifikan bukanlah pembaruan mengenai “situasi”, melainkan pembaruan mengenai “tujuan yang dinyatakan”, sehingga setelah kemungkinan berakhirnya perang dalam beberapa hari ke depan, Trump dapat secara praktis mengeklaim kemenangan.

AS sebelumnya telah mengumumkan beberapa tujuan dari perang yang disulutnya terhadap Iran: 1- Pergantian rezim di Iran 2- Adanya Pemerintahan atau sistem politik yang tunduk di Iran 3- Penghancuran kemampuan pertahanan Republik Islam Iran dan 4- Penghancuran kemampuan nuklir Iran. Tentu saja, tujuan sebenarnya Amerika Serikat dan Israel bahkan lebih jauh dari itu: disintegrasi Iran, sehingga negara tersebut tidak akan pernah lagi dapat menghalangi hegemoni Amerika di Kawasan dan dunia.

Setelah perang dimulai, merebut Selat Hormuz dari kendali Iran dengan kekuatan militer menjadi tujuan utama Amerika, guna mencegah terpuruknya prestise global mereka.

Namun, apa yang sebenarnya dikatakan Trump tadi malam adalah: 1- Perubahan rezim di Iran tidak pernah menjadi bagian dari tujuan perang mereka. 2- Perubahan rezim di Iran praktis telah terjadi 3- Amerika tidak bertanggung jawab atas Selat Hormuz, jadi siapa pun yang menginginkan minyak dari Selat tersebut harus membelinya dari Amerika atau pergi dan membuka Selat itu sendiri!

Trump juga mengaku bahwa ia telah mencapai tujuannya untuk menghancurkan kemampuan nuklir dan pertahanan Iran, serta telah sepenuhnya “menghancurkan Angkatan Laut dan Angkatan Udaranya.”

Tapi:

Pertama: Jika kekuatan angkatan laut Iran telah dihancurkan, kenapa Amerika masih berteriak-teriak soal Selat Hormuz yang tidak terbuka? Apa alien dari Mars sudah menguasai Selat Hormuz?

Kedua: Jika mereka telah menghancurkan kemampuan rudal Iran, siapa yang melancarkan serangan rudal terberat terhadap Rezim Zionis tadi malam? Apa mereka datang dari planet Merkurius?

Ketiga: Bukankah Amerika yang sama pernah mengeklaim telah menghancurkan seluruh kemampuan nuklir Iran selama Perang 12 Hari? Jadi, jelas mereka berbohong kali ini juga. Bahkan, mereka berbohong lebih parah lagi!

Keempat: Salah satu poin paling mencolok dalam pidato Trump adalah pengakuannya secara terbuka tentang ketidakberdayaannya terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Karena itu, ia secara efektif menghapus tujuan ini dari daftar prioritasnya sendiri dan mengakui kekalahan besarnya.

Kelima: Membicarakan perubahan sistem politik di Iran kini terdengar konyol. Menurut komentara beberapa jurnalis internasional, hanya orang bodoh seperti Trump yang bisa mengganti Khamenei {Ayatullah Sayyid Ali} dengan Khamenei {Ayatullah Sayyid Mojtaba} lalu mengeklaim bahwa rezim telah berubah!

Oleh karena itu, pidato Trump tadi malam memiliki beberapa makna yang jelas:

1. Pengakuan eksplisit atas kegagalan dalam mencapai tujuan utama dari perang yang dilakukannya selama lebih dari sebulan terhadap Iran.

2. Memadukan pencapaian-pencapaian propaganda dan meletakkan landasan bagi deklarasi kemenangan semu dalam dua atau tiga minggu ke depan, atau bahkan lebih cepat (klaim penghancuran kemampuan pertahanan dan program nuklir, serta penggantian rezim!).

3. Pengakuan terbuka atas ketidakmampuan untuk membuka kembali Selat Hormuz sebagai indikator kunci dalam perang.

4. Upaya untuk menanggapi kritik yang sangat keras dari opini publik di Amerika dengan membandingkan dirinya dengan para penyulut perang Amerika sebelumnya (jika saya seorang yang kejam, para pendahulu saya sama kejamnya, bahkan mungkin lebih kejam!).

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *