Mengejutkan! Menhan Pakistan Terang-terangan Akui Dukung Kelompok Teroris Demi Kepentingan Barat dan Amerika di Kawasan
POROS PERLAWANAN – Dalam sebuah wawancara langsung yang mengejutkan, Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif mengungkapkan bahwa negaranya terangan-terangan mendukung kelompok teroris di kawasan Asia Barat selama tiga dekade. Hal itu dilakuan demi kepentingan Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya.
Pengakuan ini memperkuat berbagai penyelidikan dan dokumen terdahulu yang menunjukkan keterlibatan Amerika Serikat dalam mendukung kelompok-kelompok bersenjata ekstremis di kawasan tersebut, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Salah satu contohnya adalah Operasi Cyclone pada tahun 1980-an, ketika CIA mempersenjatai dan melatih mujahidin Afghanistan untuk melawan Uni Soviet. Program ini, sebagaimana diungkapkan dalam laporan Washington Post dan berbagai dokumen deklasifikasi, berkontribusi pada kemunculan kelompok-kelompok ekstremis seperti al-Qaeda (Coll, 2004).
Demikian pula, dalam konteks krisis Suriah, sejumlah lembaga penelitian seperti Brookings Institution dan RAND Corporation melaporkan bahwa Amerika Serikat dan sekutunya memberikan dukungan tidak resmi kepada berbagai kelompok oposisi bersenjata, termasuk kelompok-kelompok Takfiri, dalam upaya menggulingkan Pemerintah Suriah (Tabler, 2014; RAND, 2017). Beberapa politisi AS, seperti anggota Kongres Tulsi Gabbard, juga secara terbuka menyatakan bahwa kebijakan intervensi Washington di Suriah telah memperkuat kelompok-kelompok teroris di kawasan tersebut (Gabbard, 2016).
Bahkan dalam kampanye Pilpres 2016, Donald Trump mengakui bahwa intervensi Amerika di Timur Tengah telah menyebabkan lahirnya ISIS dan menyebut bahwa kebijakan pemerintahan sebelumnya sebagai faktor utama dalam kekacauan regional (Trump, 2016).
Pernyataan Khawaja Asif memperjelas bagaimana, dalam banyak kasus, kelompok teroris di Asia Barat tidak semata-mata merupakan produk masalah internal, tetapi juga buah dari proyek politik dan intervensi kekuatan asing, khususnya Amerika Serikat.
Dalam wawancara eksklusif dengan Sky News pada Jumat 25 April, Khawaja Asif menjawab pertanyaan jurnalis Yalda Hakim yang menyoroti sejarah panjang Pakistan dalam mendukung kelompok teroris. Hakim bertanya: “Apakah Anda setuju bahwa Pakistan memiliki sejarah panjang dalam mendukung, melatih, dan membiayai kelompok teroris?” Menanggapi pertanyaan ini, Asif mengaku: “Kami melakukan pekerjaan kotor ini untuk Amerika Serikat selama tiga dekade; juga untuk Barat, termasuk Inggris. Itu adalah kesalahan, dan kami sekarang menderita akibatnya.” (Sky News, 2025).
Selama lebih dari tiga dekade, berbagai Pemerintahan Pakistan dituduh melindungi dan mempersenjatai kelompok-kelompok seperti Taliban. Sebelumnya, sebagian besar pejabat Islamabad menyangkal keterlibatan ini. Namun, pernyataan Asif menjadi pengakuan resmi pertama dari seorang pejabat tingkat tinggi dalam Pemerintahan Shahbaz Sharif tentang peran negara tersebut dalam “mendukung, memperlengkapi, dan melatih” kelompok-kelompok teroris.
Pengakuan ini tidak hanya membuka kembali perdebatan tentang hubungan Pakistan dengan jaringan ekstremis, tetapi juga menegaskan peran strategis negara tersebut dalam operasi-operasi regional yang melayani kepentingan geopolitik Barat.
