Mengungkap Detail Spionase oleh Elemen Saudi, Amerika, dan Zionis di Yaman
POROS PERLAWANAN — Salah satu elemen jaringan mata-mata yang berafiliasi dengan intelijen Arab Saudi, Jeddi Muhammad Hussein mengaku menjalankan misi pengintaian di sejumlah lokasi strategis di Yaman dengan menggunakan peralatan kamera tersembunyi.
Menurut laporan Kantor Berita Tasnim pada Sabtu 8 November, pengakuan tersebut muncul setelah aparat Yaman menangkap sejumlah anggota jaringan mata-mata gabungan yang disebut berafiliasi dengan Dinas Intelijen Amerika Serikat, Rezim Zionis, dan Arab Saudi. Penangkapan itu disertai dengan penghancuran ruang operasi gabungan jaringan spionase tersebut.
Jaringan Al-Masirah Yaman kemudian menayangkan sebagian dari pengakuan Jeddi Muhammad Hussein, yang dalam laporan itu juga disebut sebagai Majdi Muhammad Hussein yang memaparkan metode dan pola kerja intelijen jaringan tersebut.
Dalam kesaksiannya, Hussein mengaku menerima perintah untuk melakukan pengintaian terhadap sejumlah bangunan dan lokasi tertentu. Ia menjelaskan: “Kepala jaringan memberi saya misi untuk pergi ke lokasi yang telah ditentukan menggunakan mobil. Mereka meminta saya menyalakan kamera yang terpasang di kendaraan. Kamera itu terhubung dengan modem dan sumber daya listrik, sehingga dapat mengirimkan gambar langsung kepada mereka.”
Hussein menambahkan bahwa perintah yang diterimanya bervariasi di setiap misi.
“Kadang mereka menyuruh saya mengaktifkan semua perangkat dalam apa yang mereka sebut ‘sistem lengkap’, lalu meninggalkan mobil dalam keadaan terkunci. Dalam beberapa kasus, saya diminta menunggu di dalam mobil selama sekitar sepuluh hingga dua puluh menit, sementara di kesempatan lain mereka memerintahkan saya untuk segera meninggalkan area tersebut,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan cara koordinasi dengan atasannya:
“Dia selalu mengirim lokasi yang tepat melalui peta GPS, termasuk posisi parkir mobil. Kadang dia meminta saya bergeser sedikit karena ia bisa melihat gambar secara langsung dan memantau semua pergerakan saya.”
Kementerian Dalam Negeri Yaman sebelumnya telah mengumumkan penangkapan sejumlah anggota jaringan mata-mata gabungan tersebut, yang disebut beroperasi di bawah kendali Badan Intelijen Amerika Serikat, Rezim Israel, dan Arab Saudi.
Operasi itu, menurut pihak Kementerian, berhasil membongkar ruang operasi yang menjadi pusat kegiatan spionase terhadap fasilitas dan struktur penting di Yaman.
