Menhan Yaman: Kami Punya Pemimpin Pemberani yang Tak Dimiliki Arab 70 Tahun Terakhir
POROS PERLAWANAN– Dikutip al-Alam dari al-Masirah, Menhan Yaman, Muhammad Naser al-Athifi menyatakan,”Kami akan melanjutkan dukungan untuk bangsa Palestina dan Lebanon. Berbagai ancaman dan intimidasi, seberapa pun besarnya, tak akan membuat kami mundur.”
“Kapal, fregat, dan perahu-perahu Segitiga Kejahatan (AS, Inggris, dan Israel) akan dihujani rudal balistik dan bersayap serta drone-drone kami.”
“Angkatan Bersenjata kami dalam puncak kesiapan. Kami memiliki taktik dan pengalaman teknis. AS dan Inggris tidak sanggup memengaruhi operasi-operasi kami.”
“Allah telah mengaruniakan kepada kami seorang pemimpin di Yaman; orang yang berani mengambil keputusan-keputusan berani, yang seluruh pimpinan Arab selama 70 tahun terakhir tidak berani mengambilnya.”
Sebelum ini, Jubir Angkatan Bersenjata Yaman, Yahya Saree mengumumkan, kapal induk USS Abraham Lincoln di Laut Arab serta dua kapal perusak Amerika di Laut Merah telah menjadi target serangan Yaman.
Saree menegaskan, serangan tersebut merupakan upaya untuk mencegah serangan udara yang direncanakan AS. Upaya itu sebagai respons terhadap aksi militer AS yang dianggap mengancam kedaulatan Yaman.
“Serangan terhadap kapal induk di Laut Arab melibatkan rudal jelajah dan pesawat nirawak. Serangan diluncurkan saat armada Amerika dilaporkan sedang mempersiapkan operasi di wilayah tersebut,” tandas Saree.
Ia menambahkan, kombinasi rudal balistik dan pesawat nirawak Yaman juga menargetkan 2 kapal perusak AS di Laut Merah. Saree mengumumkan, kedua operasi ini diklaim berlangsung selama delapan jam dan berdampak signifikan pada armada laut Amerika di kawasan tersebut.
