Menlu Belanda Caspar Veldkamp Mundur setelah Kabinet Tolak Sanksi Lebih Keras terhadap Israel
POROS PERLAWANAN — Dilansir Al Mayadeen, Menteri Luar Negeri Belanda, Caspar Veldkamp resmi mengundurkan diri pada Jumat setelah upayanya untuk mendorong sanksi lebih keras terhadap Israel ditolak oleh Kabinet koalisi. Langkah ini menandai perpecahan mendalam di Pemerintahan Sementara Belanda di tengah meningkatnya tekanan publik terkait konflik di Gaza.
Dalam pernyataannya, Veldkamp mengakui bahwa Pemerintah telah mengambil beberapa langkah terhadap Israel, namun menegaskan masih ada resistensi kuat dari mitra koalisi terhadap tindakan tambahan. “Saya melihat tidak ada ruang gerak untuk perubahan dalam waktu dekat. Karena itu, saya memilih untuk mengundurkan diri,” ujarnya, seperti dikutip Dutch News.
Keputusan ini muncul setelah debat parlemen maraton selama lima jam yang memperlihatkan perpecahan tajam di tubuh Kabinet. Partai BBB dan VVD menolak keras usulan sanksi di luar kebijakan yang berlaku saat ini, membuat Veldkamp semakin terisolasi. Saat ini, sanksi Belanda hanya mencakup larangan masuk bagi dua menteri Israel, Itamar Ben Gvir dan Bezalel Smotrich, yang dikenal dengan retorika ekstrem mereka.
Dampaknya segera terasa. Empat menteri dan empat sekretaris negara dari partai Veldkamp, Kontrak Sosial Baru (NSC), turut mengundurkan diri, memicu kekhawatiran akan runtuhnya stabilitas koalisi sementara. Eric van der Burg dari VVD mengaku “terkejut” dengan langkah Veldkamp, sementara oposisi sayap kiri menyesalkan kegagalannya meraih dukungan lebih luas.
Hubungan Belanda–Israel sendiri tengah berada di titik terendah. Den Haag sebelumnya ikut mengecam perluasan permukiman Israel di Tepi Barat sebagai pelanggaran hukum internasional. Awal tahun ini, Badan Keamanan Nasional Belanda bahkan untuk pertama kalinya memasukkan Israel sebagai ancaman keamanan nasional, menandai perubahan sikap yang signifikan.
Di luar arena politik, gelombang demonstrasi pro-Palestina terbesar dalam beberapa dekade mengguncang Belanda, dengan ribuan warga menuntut Pemerintah mengambil sikap lebih tegas terhadap agresi Israel di Gaza.
Pengunduran diri Veldkamp terjadi di tengah perang Gaza yang telah berlangsung hampir 23 bulan, menewaskan lebih dari 62 ribu orang dan melukai lebih dari 157 ribu lainnya, menurut data Kementerian Kesehatan Gaza.
