Menlu Iran: Jika Amerika Tidak Menuntut Penyerahan Total, Maka Kesepakatan yang Baik Masih Memungkinkan
POROS PERLAWANAN – Di tengah stagnasi medan diplomasi global, secercah optimisme hati-hati muncul dari pihak Teheran. Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Sayyid Abbas Araghchi, pada Rabu 23 April menegaskan bahwa jalur pembicaraan tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat saat ini berada pada arah yang benar, namun penuh ranjau. “Jika Amerika menghindari tuntutan yang tidak realistis dan mustahil, saya yakin kita dapat mencapai kesepakatan yang baik,” ujarnya saat tiba di Beijing.
Pernyataan Araghchi, yang dikutip Kantor Berita Tasnimnews, muncul di tengah meningkatnya tekanan AS untuk menundukkan Iran di meja perundingan, bukan di medan perlawanan. Namun Teheran tetap tegas: kesepakatan hanya mungkin jika Washington berhenti memperlakukan negosiasi sebagai sarana dominasi satu arah.
Mengenai pembicaraan yang berlangsung Sabtu lalu, Araghchi menekankan bahwa dialog memang berada di jalur yang benar, namun terlalu dini untuk dievaluasi secara final. “Kami tetap optimis, tapi dengan penuh kehati-hatian,” ujarnya, mencerminkan sikap Iran yang tidak ingin kembali terjebak dalam janji manis Barat tanpa jaminan nyata.
Terkait peran Tiongkok dalam lanskap negosiasi ini, Araghchi menyebut Beijing sebagai pihak yang “selalu memegang posisi konstruktif”. Ia juga menegaskan kesiapan Tiongkok untuk membantu proses dialog yang sedang berjalan. Namun, “dimensi bantuan itu akan ditentukan dalam kunjungan ini”, tambahnya.
Sinyal Teheran jelas: selama Washington tidak menjadikan meja perundingan sebagai arena penyerahan, jalan menuju kesepakatan tetap terbuka. Namun jika AS kembali membawa proposal yang sejatinya adalah ultimatum, maka Poros Perlawanan siap kembali berdiri di barikade, bukan di ruang konferensi pers.
