Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Menlu Iran: Teroris ISIS Pihak Paling Diuntungkan atas Pembunuhan Jenderal Soleimani

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan bahwa kelompok teroris Takfiri ISIS adalah “satu-satunya yang diuntungkan” dari pembunuhan pengecut Amerika Serikat terhadap Komandan Kontraterorisme legendaris Iran, Letnan Jenderal Qassem Soleimani.

Dalam sebuah tweet pada hari Minggu yang juga bertepatan dengan peringatan pertama kesyahidan Jenderal Soleimani, Menteri Luar Negeri Iran mengatakan “pemimpin teroris” -sebuah sindiran yang jelas kepada Presiden AS, Donald Trump- dengan pengecut membunuh musuh nomor satu teroris ekstremis.

“Setahun yang lalu hari ini, musuh #1 teroris ekstremis dibunuh secara pengecut oleh pemimpin teroris.
Di saat wilayah kita memperingati satu tahun kesyahidannya, pengingat bahwa satu-satunya penerima manfaat dari pembunuhannya adalah Daesh (ISIS), yang hanya meningkatkan aktivitasnya sejak saat itu. pic.twitter.com/bt8pgDvXar” – Javad Zarif (@JZarif) 3 Januari 2021.

Jenderal Soleimani, yang memimpin Pasukan Quds dari Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC), dikagumi sebagai pemimpin kontraterorisme paling berpengaruh dan karismatik di Timur Tengah. Dia memainkan peran kunci dalam membantu Irak dan Suriah mengalahkan teroris yang didukung asing, terutama ISIS, pada akhir 2017.

Komandan top itu dibunuh pada 3 Januari 2020 dalam serangan pesawat tak berawak di luar Bandara Internasional Baghdad atas perintah langsung Presiden AS, Donald Trump.

Rekan karibnya dari Irak Abu Mahdi al-Muhandis, Wakil Kepala pasukan antiteror Unit Mobilisasi Populer (PMU) Irak, bersama dengan beberapa orang lainnya juga terbunuh ketika konvoi mereka diserang.

Dalam sebuah tweet pada hari sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Iran sekali lagi mengecam pembunuhan Jenderal Soleimani yang “tidak sah” oleh AS, dengan mengatakan tindakan tersebut membuktikan bahwa kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan Asia Barat adalah sumber ketidakstabilan.

“Pembunuhan di luar hukum terhadap Jenderal Soleimani adalah peringatan: kehadiran militer AS di wilayah kami menciptakan instabilitas,” kata Kementerian.

Tags: