Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Militer Lebanon Gagalkan Operasi Intelijen Israel, Temukan Perangkat Mata-Mata di Perbatasan Selatan

POROS PERLAWANAN — Militer Lebanon mengumumkan berhasil menemukan dan menetralisasi perangkat mata-mata milik Israel di wilayah Yaroun, Lebanon selatan, yang terletak dekat perbatasan dengan Wilayah Pendudukan. Penemuan tersebut disebut sebagai upaya menggagalkan operasi intelijen Rezim Zionis di kawasan perbatasan.

Dalam pernyataan resminya yang dikutip AFP pada Minggu 21 Desember, Militer Lebanon menyebutkan bahwa unitnya menemukan alat mata-mata Israel saat melakukan patroli rutin di wilayah Yaroun. Perangkat tersebut kemudian dinetralkan untuk mencegah pengumpulan informasi intelijen lebih lanjut.

Penemuan ini terjadi di tengah berlanjutnya aksi militer Israel di Lebanon, termasuk serangan udara dan drone yang dilaporkan hampir berlangsung setiap hari. Meski demikian, Militer Lebanon tetap menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nasional, termasuk menjalankan mandat pelucutan senjata Hizbullah sesuai kebijakan negara.

Pada hari yang sama, sebuah drone Israel dilaporkan menyerang sebuah kendaraan di kota Yatir, Lebanon selatan. Beberapa menit berselang, serangan drone kedua kembali terjadi di lokasi yang sama. Kota Yatir berada sekitar lima kilometer dari perbatasan dengan Wilayah Pendudukan Israel.

Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan bahwa serangan tersebut menyebabkan satu orang tewas dan satu lainnya mengalami luka-luka. Sementara itu, Militer Israel mengeklaim serangan itu menargetkan seorang anggota Hizbullah, meskipun klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Kendati gencatan senjata telah diberlakukan sejak November 2024, Israel dilaporkan terus melakukan serangan rutin ke wilayah Lebanon, dengan alasan menargetkan infrastruktur atau anggota Hizbullah. Selain itu, Israel masih mempertahankan kehadiran Militernya di lima titik strategis di Lebanon selatan.

Dalam beberapa pekan dan bulan terakhir, wilayah Lebanon selatan mengalami peningkatan signifikan serangan udara, drone, dan tembakan artileri Israel. Situasi ini berlangsung meskipun kesepakatan gencatan senjata telah diumumkan, namun pelanggarannya terus terjadi.

Perkembangan di lapangan tersebut memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik dan kemungkinan Kawasan memasuki fase baru ketegangan serta ketidakstabilan regional.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *