Moskow Jadi Tuan Rumah Pertemuan Menhan Iran-Rusia, Soroti Penguatan Kerja Sama Militer
POROS PERLAWANAN – Di tengah tekanan geopolitik yang meningkat, Menteri Pertahanan Iran, Brigadir Jenderal Aziz Nasirzadeh mengadakan pertemuan resmi dengan Menteri Pertahanan Rusia, Andrey Belousov di Moskow pada Senin 21 Juli. Pertemuan ini bertujuan memperdalam kerja sama bilateral di bidang militer dan pertahanan antara kedua negara.
Duta Besar Iran untuk Rusia, Kazem Jalali mengonfirmasi pertemuan tersebut pada Rabu 23 Juli, dan menyatakan bahwa pembahasan utama berfokus pada “memperkuat kerja sama bilateral dalam bidang pertahanan dan militer”.
Pertemuan ini menandai semakin eratnya hubungan strategis antara Teheran dan Moskow, yang dalam beberapa tahun terakhir kian selaras dalam berbagai isu keamanan global, terutama sejak keduanya menjadi sasaran sanksi berat dari negara-negara Barat.
Langkah Strategis dalam Bayang-Bayang Agresi
Kunjungan Menhan Iran ke Moskow dilakukan hanya sehari setelah pertemuan penting antara Penasihat Senior Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Larijani dan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Dalam pertemuan tersebut, Larijani menyampaikan pandangan Teheran terkait meningkatnya ketegangan di Asia Barat serta perkembangan terbaru program nuklir Iran.
Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov menyebut bahwa Presiden Putin menggarisbawahi “posisi Rusia yang konsisten dalam mendorong stabilitas Kawasan serta penyelesaian politik atas isu nuklir Iran”.
Pertemuan ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan regional akibat agresi militer Israel yang didukung AS selama 12 hari terhadap Iran. Serangan tersebut menewaskan lebih dari 1.062 warga Iran, termasuk ilmuwan nuklir dan komandan militer. Presiden Putin mengutuk serangan itu sebagai “tindakan yang sangat tidak dapat diterima dan pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam PBB”.
Poros Teheran–Moskow: Dari Perjanjian Strategis hingga Mediasi Global
Kerja sama pertahanan antara Iran dan Rusia didasarkan pada Perjanjian Kemitraan Strategis Komprehensif, yang ditandatangani pada 17 Januari 2025 oleh Presiden Iran, Masoud Pezeshkian dan Presiden Putin. Perjanjian tersebut telah diratifikasi oleh Rusia pada April dan disahkan oleh Parlemen Iran pada Mei, dan kini resmi berlaku.
Selain penguatan hubungan bilateral, Moskow juga menyatakan kesediaannya untuk memainkan peran sebagai mediator antara Teheran dan Washington dalam upaya menghidupkan kembali dialog nuklir. Rusia adalah salah satu penanda tangan kunci Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) 2015 dan tetap berkomitmen pada kerangka diplomatik.
Konsolidasi Strategis di Tengah Krisis Global
Pertemuan tingkat tinggi antara Menteri Pertahanan Iran dan Rusia mencerminkan konsolidasi poros strategis baru di tengah ketidakstabilan global yang dipicu agresi militer dan tekanan unilateral. Di bawah bayang-bayang perang terbuka dan sanksi ekonomi, Teheran dan Moskow kian mengukuhkan posisi sebagai mitra dalam bidang keamanan, pertahanan, dan diplomasi Kawasan.
Dalam lanskap geopolitik yang terus berubah, keselarasan antara dua kekuatan ini tampaknya bukan sekadar taktis, melainkan strategis dan berjangka panjang.
