Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Netanyahu Banjir Kritik dan Panen Kecaman Pedas Lantaran Dikalahkan Hizbullah dan Terpaksa Terima Gencatan Senjata

Netanyahu Dibanjiri Kritik Lantaran Dikalahkan Hizbullah dan Terpaksa Terima Gencatan Senjata

POROS PERLAWANAN – Dalam beberapa bulan terakhir, Kabinet radikal Benyamin Netanyahu menyebut “penghancuran Hizbullah” sebagai salah satu tujuanya dalam perang di front utara. Namun sekarang, besarnya kerugian yang diderita Rezim Zionis dan terjebaknya Militer Israel di selatan Lebanon pada akhirnya memaksa Tel Aviv menerima kesepakatan gencatan senjata.

Dikutip Mehr dari al-Jazeera, kini media-media radikal domestik dan politisi Israel menyudutkan Netanyahu lantaran kalah di hadapan Hizbullah.

Pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid berkomentar,”Kesepakatan dengan Hizbullah tidak bisa menghapus aib kegagalan-kegagalan politis Netanyahu. Harus ada kesepakatan yang membuat para tawanan kita dibebaskan dari tangan Hamas di Gaza serta para pengungsi kita kembali ke rumah-rumah mereka.”

Lapid mengakui kekalahan Rezim Zionis di hadapan Poros Perlawanan dan menambahkan,”Pada hakikatnya, Kabinet Netanyahu pada akhirnya terpaksa menerima gencatan senjata. Kabinet Netanyahu gagal mendapatkan raihan politis dalam masalah ini.”

Mantan PM Israel, Naftali Bennett juga mengecam pedas Kabinet Netanyahu. Ia berkata,”Kesepakatan dengan Hizbullah adalah kegagalan total dan memalukan di bidang diplomasi-keamanan untuk Israel. Dengan merekonstruksi selatan Lebanon, Hizbullah akan menggunakan kawasan ini untuk kembali menyerang Israel,”

Mantan Menteri Perang Israe, Avigdor Lieberman juga mengkritik ketidakbecusan Netanyahu dan anggota Kabinetnya dalam memanajemen perang. Lieberman mengatakan,”Melalui kesepakatan dengan Hizbullah, Netanyahu memberi hadiah kepada kelompok ini untuk membunuh orang-orang Israel.”

Media-media Zionis, termasuk Kanal 12, juga mengkritik Netanyahu. Mereka menyesalkan kegagalan Tel Aviv mencantumkan kebebasan bertindak untuk melancarkan operasi di Lebanon sebagai bagian dalam kesepakatan gencatan senjata.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *