Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

New York Times: Iran Targetkan Setidaknya 11 Instalasi Militer Amerika

POROS PERLAWANAN — Laporan The New York Times menyebut Angkatan Bersenjata Iran menargetkan sedikitnya 11 instalasi militer Amerika Serikat dalam rangkaian serangan beberapa hari terakhir. Informasi tersebut dikutip kantor berita Tasnim News Agency pada Jumat 6 Maret.

Seorang jurnalis investigasi New York Times menulis serangan berlangsung sejak Sabtu dan berlanjut dalam beberapa hari berikutnya. Target serangan mencakup sejumlah fasilitas militer Amerika di kawasan tersebut.

“Sejak hari Sabtu hingga kini, Iran telah menargetkan setidaknya 11 instalasi militer Amerika”, tulis laporan tersebut.

Laporan yang sama juga mencatat kerusakan pada sejumlah fasilitas militer.

“Di tujuh pangkalan dari instalasi tersebut, kami menemukan bukti kerusakan pada sistem komunikasi dan radar atau di sekitar area pangkalan”, tulis jurnalis tersebut.

Pernyataan media Amerika muncul di tengah meningkatnya ketegangan militer antara Teheran dan Washington.

Di sisi lain, pejabat keamanan Iran menyampaikan pernyataan keras terkait kemungkinan eskalasi konflik. Sekretaris Dewan Tertinggi Keamanan Nasional Iran, Ali Larijani menanggapi laporan mengenai potensi invasi darat Amerika.

Dalam pernyataan melalui X (Twitter), Larijani menulis sejumlah pejabat Amerika menyampaikan rencana pengiriman pasukan darat ke Iran.

“Beberapa pejabat Amerika mengatakan berniat melakukan invasi darat ke Iran dengan beberapa ribu pasukan”, tulis Larijani.

Larijani menegaskan kesiapan Militer Iran menghadapi skenario tersebut.

“Putra-putra pemberani Imam Khomeini dan Imam Khamenei menanti kalian untuk mempermalukan para pejabat Amerika dengan beberapa ribu tewas dan tawanan”, tulisnya.

Larijani juga menegaskan wilayah Iran tidak akan menjadi tempat operasi militer asing.

“Tanah Iran bukan tempat bagi para penghuni neraka untuk berdansa”, tulisnya.

Ketegangan antara Teheran dan Washington terus meningkat dalam beberapa hari terakhir. Analis politik Amerika, Bill Mitchell juga menyinggung perkembangan situasi tersebut melalui akun X @mitchellvii pada Rabu 5 Maret, dengan menilai dinamika militer saat ini sebagai fase baru dalam eskalasi konflik Kawasan.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *