Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Olok-olok Kebijakan Trump, Wall Street Gunakan Plesetan Nama Aneka Makanan Khas Meksiko

POROS PERLAWANAN – Para pelaku transaksi di Wall Street menggunakan nama-nama hidangan Meksiko untuk mengolok-olok kebijakan-kebijakan Donald Trump di hadapan Iran.

Fars melaporkan, beberapa bulan telah berlalu sejak perang AS melawan Iran, yang Trump prediksi pada minggu-minggu awalnya bahwa itu “akan menjadi perjalanan singkat.” Kini, para pelaku transaksi Wall Street menggunakan nama hidangan Meksiko yang terkenal, “nacho”, untuk menggambarkan kegagalan Trump selama perang.

Istilah NACHO, yang berasal dari nama hidangan populer Meksiko, sebenarnya merupakan akronim dari “Not A Chance Hormuz Opens (tak ada peluang membuka Selat Hormuz)”. Istilah ini mengungkapkan pesimisme pasar yang mendalam mengenai berakhirnya krisis saat ini.

Hal ini pertama kali diungkap oleh kolumnis Bloomberg, Javier Blas. Wall Street memiliki sejarah panjang dalam menggunakan istilah-istilah humoris (dan sering kali terkait makanan) untuk menggambarkan perilaku berulang Presiden AS.

Nama-nama ini, yang terinspirasi dari menu restoran-restoran Meksiko, dipilih karena rasa pedas dan terkadang mengganggu dari makanan tersebut (seperti saus pedas), serta permainan kata dari inisial frasa-frasa dalam bahasa Inggris.

Sebelum ini, orang-orang Wall Street telah menciptakan istilah “TACO” untuk menggambarkan kebijakan tarif Trump.

“TACO” merupakan singkatan dari “Trump Always Chickens Out (Trump selalu mundur)”, yang merujuk pada pola berulang: Trump mengancam akan memberlakukan tarif tinggi, pasar jatuh, dan beberapa hari kemudian Trump mundur, lalu pasar kembali menguat.

Nama tersebut juga merujuk pada hidangan tradisional Meksiko yang dibuat dengan saus pedas dan berempah, yang menyebabkannya tidak disukai semua orang.

Hingga kini, Trump telah beberapa kali menggunakan taktik ini terhadap Iran. Namun sekarang, dalam krisis Selat Hormuz, situasinya berbeda dengan masalah tarif.

NACHO (keripik jagung dengan keju dan paprika) kini telah menggantikan TACO. Hal ini karena Trump tidak memiliki jalan keluar yang mudah terkait Iran, berbeda dengan kasus terkait pemberlakuan tarif.

Dia tidak bisa dengan mudah mundur maupun menepati janjinya untuk membuka kembali selat tersebut. Oleh karena itu, TACO telah digantikan oleh NACHO: tidak ada satu pun peluang AS bisa membuka Selat Hormuz.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *