Loading

Ketik untuk mencari

Irak

Operasi Pembersihan Teroris Skala Terbesar Militer Irak di Mosul, Tewaskan Puluhan Anggota ISIS

Operasi Pembersihan Teroris Skala Terbesar Militer Irak di Mosul, Tewaskan Puluhan Anggota ISIS

POROS PERLAWANAN – Jubir Militer PM Irak, Yahya Rasul dalam statemen yang dirilis Rabu 24 Maret memaparkan hasil Operasi al-Asad al-Mutahhib (Singa Siaga) di kawasan pegunungan Makhmur di tenggara Mosul.

Dikutip Fars dari Sumaria News, Rasul menjelaskan bahwa operasi itu dimulai pada 9 Maret dengan pengawasan dari PM Irak, Mustafa al-Kadhimi dan Komandan Badan Antiteror Irak. Operasi selama 2 pekan itu bertujuan untuk memburu para teroris ISIS.

Dalam statemennya, Rasul menyatakan bahwa operasi itu istimewa dari aspek kinerja intelijen dan operasional. Di kawasan-kawasan yang tak bisa diakses dengan kendaraan, para penembak jitu mengintai jalan masuk dan keluar di gunung dan gua-gua. Mereka berhasil menewaskan sejumlah besar teroris.

Angkatan Udara Irak dan jet-jet Koalisi Internasional juga memberikan dukungan udara yang diperlukan. Secara keseluruhan, mereka melancarkan 312 serangan udara yang menghancurkan 120 gua dan tempat perlindungan teroris. Ketika para teroris ISIS berniat kabur, mereka menjadi mangsa para penembak jitu.

Dalam statemen itu disebutkan bahwa Operasi al-Asad al-Mutaahhib telah mencatat tewasnya 27 teroris. Namun jumlah teroris yang tertimbun reruntuhan akibat bombardir masih belum diketahui.

Mosul secara resmi dinyatakan bebas dari pendudukan ISIS pada 9 Juli 2017. Namun anasir teroris dalam berbagai kelompok kecil masih melakukan aksi-aksi teror mereka.

Sebelum ini, Divisi Informasi al-Hashd al-Shaabi mengumumkan, organisasi Poros Perlawanan ini telah menemukan sejumlah besar senjata milik ISIS di timur al-Anbar.

Menurut al-Hashd al-Shaabi, gudang ini adalah salah satu gudang senjata terbesar ISIS di Irak.

Ini merupakan penemuan yang kesekian kalinya dalam tiga hari terakhir di Provinsi al-Anbar.

Sejumlah besar bahan peledak milik ISIS tersisa di al-Anbar telah menewaskan atau melukai warga sipil, karena meledak setelah terpapar udara panas atau faktor-faktor lain.

Demi mencegah hal-hal yang tak diinginkan, Pasukan Keamanan Irak tiap bulan melakukan pencarian di tempat-tempat yang disinyalir digunakan untuk menaruh bahan peledak.

Angkatan Bersenjata Irak di berbagai titik lain juga telah menemukan, menyita, dan menghancurkan bahan peledak dan berbagai senjata.

Pada hari ke-7 operasi pembersihan di Diyala, beberapa alat peledak telah ditemukan di kebun-kebun milik pribadi warga di Provinsi Diyala.

Divisi Penjinak Bom Tentara Irak di Nineveh juga telah mengumpulkan sisa-sisa bahan peledak yang ditinggalkan ISIS di gurun-gurun provinsi tersebut.

Dengan kondisi geografis khas dan banyaknya kawasan yang sukar dilewati, Provinsi Nineveh telah menjadi tempat perkumpulan sisa-sisa ISIS. Hal ini menyulitkan Pasukan Keamanan Irak dalam melacak dan menghadapi aksi-aksi teror mereka. Sebab itu, sebagian operasi di Nineveh dilakukan melalui udara.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *