Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Ansharullah Sinyalir Ambisi Saudi Incar Kontrol Penuh atas Yaman Lewat Muslihat ‘Proposal Perdamaian’

POROS PERLAWANAN – Anggota Dewan Politik Ansharullah, Muhammad al-Bukhayti menegaskan bahwa perang di Yaman harus dihentikan.

Dilansir Fars, al-Bukhayti mengatakan kepada al-Mayadeen bahwa “proposal Saudi hanya untuk mengelabui perdamaian dan memaksakan Saudi sebagai pengurus atas Yaman”.

Ia menegaskan, selama salah satu pihak mengklaim berada di luar lingkar peperangan, maka mustahil pertikaian dihentikan.

Al-Bukhayti menilai, dengan mengajukan proposal gencatan senjata, Riyadh berusaha menyesatkan opini publik. Ia mengatakan, ”Hubungan dengan Saudi dilakukan secara langsung, sementara kontak dengan AS dilakukan dengan mediasi Oman.”

Ia menepis klaim bahwa Saudi telah menghentikan perang di semua front. Al-Bukhayti mengatakan, Saudi mensyaratkan agar Ansharullah menerima Riyadh sebagai pengurus Yaman. Hal seperti ini, kata al-Bukhayti, bukanlah sebuah proposal perdamaian.

Menlu Saudi, Faisal bin Farhan mengatakan bahwa proposal Riyadh meliputi gencatan senjata menyeluruh di Yaman, yang diawasi PBB serta dengan persetujuan Pemerintahan Mansour Hadi dan Ansharullah.

Bin Farhan menyebut bahwa syarat implementasi gencatan senjata ini adalah persetujuan Ansharullah. Ia berkata, ”Begitu Houthi menyetujui inisiatif ini, gencatan senjata akan dilaksanakan.”

Menlu Saudi berjanji, blokade pelabuhan Hudaydah akan dikurangi. Pemasukan dari pajak pelabuhan itu juga akan dikirim ke rekening bersama di Bank Pusat Yaman.

Menurut klaim Bin Farhan, bandara internasional Sanaa akan diizinkan untuk sejumlah penerbangan terbatas internasional dan regional.

Direktur bandara Sanaa, Khalid al-Shayif menyatakan bahwa bandara internasional itu telah menderita kerugian materi besar sepanjang agresi Saudi ke Yaman.

Kepada al-Masirah, al-Shayif mengatakan bahwa serangan langsung Koalisi Saudi ke bandara Sanaa mengakibatkan kerugian lebih dari 150 juta dolar.

Ia menambahkan, kerugian ekonomi yang disebabkan penutupan bandara Sanaa mencapai angka 3,5 miliar dolar.

Tags: