Organisasi Mahasiswa Iran Desak Usir Duta Besar 3 Negara Eropa yang Dukung Israel
POROS PERLAWANAN — Ikatan Mahasiswa Islam Universitas Teknologi Amir Kabir secara resmi menyerukan pengusiran duta besar Prancis, Jerman, dan Inggris dari Iran. Seruan itu dituangkan dalam sebuah surat terbuka yang ditujukan kepada Menteri Luar Negeri Iran, Sayyid Abbas Araghchi, sebagai bentuk protes atas dukungan negara-negara tersebut terhadap agresi Israel atas Republik Islam Iran.
Surat yang dilansir oleh Tasnim News Agency pada Rabu 2 Juli itu, menyuarakan kemarahan generasi muda Iran atas sikap diam dan justifikasi negara-negara Eropa terhadap serangan yang dilakukan oleh rezim Zionis dan Amerika Serikat.
“Kami, para pelajar, tidak akan melupakan dukungan terbuka Pemerintah Jerman, Prancis, dan Inggris atas kejahatan dan pembunuhan terhadap rakyat kami”, tulis mereka dalam pernyataan tersebut.
Mahasiswa juga secara khusus mengecam pernyataan Menteri Luar Negeri Prancis yang menyerukan Iran untuk “menahan diri” dan menyatakan “hak Israel untuk membela diri” sebagai bentuk kemunafikan politik dan standar ganda Barat dalam isu Palestina dan Kawasan.
Tuntutan Mahasiswa: Jaga Martabat Nasional, Ambil Tindakan Tegas
Dalam surat tersebut, para mahasiswa menyampaikan dua tuntutan utama kepada Pemerintah Iran.
1. Pengusiran duta besar Prancis, Jerman, dan Inggris sebagai respons langsung terhadap dukungan negara-negara tersebut terhadap tindakan militer Israel. Mereka menilai kehadiran para diplomat itu bertentangan dengan kehormatan diplomatik dan martabat sistem Islam Iran.
2. Penurunan taraf hubungan diplomatik dengan ketiga negara hingga level minimum sebagai tindakan pencegahan, sekaligus sinyal diplomatik bahwa Iran tidak akan mentoleransi intervensi atau sikap bias dalam konflik yang melibatkan kedaulatan dan keselamatan negaranya.
Mahasiswa menekankan bahwa dalam situasi kritis seperti saat ini, langkah politik dan diplomatik harus sepenuhnya sejalan dengan kehormatan nasional dan arah strategis perlawanan Islam.
“Mencoba bekerja sama dengan pihak yang secara terang-terangan menunjukkan permusuhan tidak hanya sia-sia, tetapi juga mencederai kehormatan bangsa,” tegas mereka.
Konteks: Ketegangan Iran–Barat Memuncak
Seruan ini datang di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan kekuatan Barat menyusul serangan besar-besaran yang dilancarkan Iran terhadap Israel sebagai tanggapan atas serangan sebelumnya yang menargetkan wilayah Iran dan mitra-mitra regionalnya. Respons Eropa yang dinilai condong membela Tel Aviv memicu gelombang protes, baik di jalanan maupun di ruang-ruang akademik dan intelektual Iran.
Mahasiswa menutup surat mereka dengan menyatakan dukungan penuh terhadap tanggapan Militer Iran dan menyebutnya sebagai simbol keadilan dan martabat nasional.
