Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Pangkalan Militer Israel Jadi Lokasi Penyiksaan Sutradara Palestina Peraih Oscar

POROS PERLAWANAN – Hamdan Bilal, sutradara Palestina dari film ‘No Other Land’ yang memenangkan penghargaan Film Dokumenter Terbaik di ajang Oscar, mengalami penyiksaan di sebuah pangkalan militer Israel setelah diserang pemukim ilegal dan ditangkap oleh pasukan Israel.

Menurut laporan Fars News Agency pada Rabu, (26/3), insiden tersebut pertama kali diungkapkan oleh Yuval Abraham, rekan sutradara Bilal dalam film ‘No Other Land’. Melalui akun media sosial X (Twitter), Abraham mengungkapkan bahwa Bilal diborgol sepanjang malam dan mengalami kekerasan fisik di pangkalan militer Israel.

Dalam komunikasi dengan pengacaranya, Lea Tsemel, Bilal mengatakan bahwa ia ditahan semalaman dengan mata tertutup dan tangan diborgol di sebuah pangkalan militer Israel. Selama penahanan, dua tentara Israel memukulinya.

Diserang Pemukim Ilegal dan Ditahan oleh Pasukan Israel

Para aktivis Yahudi yang berada di lokasi kejadian melaporkan bahwa Bilal diserang oleh sekitar 15 pemukim bersenjata yang juga melempari batu. Akibat serangan brutal tersebut, Bilal mengalami luka parah dan pendarahan.

Setelah serangan itu, tentara Israel menyerang ambulans yang datang untuk memberikan pertolongan. Bilal, bersama seorang pria lain yang identitasnya belum diketahui, kemudian dibawa pergi oleh tentara Israel.

Abraham, yang sebelumnya telah memperingatkan bahaya yang mengancam Bilal setelah penangkapannya di Tepi Barat, mengumumkan bahwa rekannya telah dibebaskan dan dalam perjalanan pulang.

Dukungan Internasional untuk Bilal

Komunitas perfilman internasional mengecam serangan dan penahanan Bilal. Festival Film Berlinale, Festival Dokumenter Kopenhagen, International Documentary Association, Channel 4, serta Serikat Aktor telah mengeluarkan pernyataan yang menuntut pembebasan dan keselamatannya.

Lebih dari 4.000 orang telah menandatangani petisi di Change.org untuk mendukung Bilal, termasuk tokoh industri film seperti Alex Gibney, Christine Vachon, Liz Garbus, Ezra Edelman, Dan Cogan, Kristi Jacobson, Julie Goldman, Lee Hirsch, Joslyn Barnes, dan Fisher Stevens.

Kontroversi di Balik ‘No Other Land’

Film dokumenter ‘No Other Land’ pertama kali tayang di Festival Berlinale 2024 dan menuai kontroversi setelah pernyataan politik dari para pembuat film pada malam penutupan festival.

Tidak ada distributor Amerika yang berani mengambil film ini untuk rilis luas. Namun, film ini tetap meraup lebih dari 1,7 juta dolar AS di box office Amerika Utara. Keberhasilan ini terjadi berkat bantuan Cinetic Media dan distributor independen Michael Tuckman yang mengoordinasikan penayangan di berbagai bioskop.

Di pasar internasional, film ini telah menghasilkan lebih dari 700.000 dolar AS melalui distributor yang memiliki lisensi dari Outlook Film Sales.

Kisah Perlawanan Warga Palestina

‘No Other Land’ mengangkat penderitaan warga Palestina di desa Masafer Yatta, yang pada 1980-an dinyatakan sebagai zona latihan militer oleh tentara Israel.

Israel mengklaim bahwa penduduk setempat, yang sebagian besar adalah suku Badui, tidak pernah memiliki bangunan permanen di wilayah tersebut. Namun, keluarga Palestina bersikeras bahwa mereka telah tinggal dan menggembala ternak di sana jauh sebelum Israel menduduki Tepi Barat dalam Perang 1967.

Setelah dua dekade pertempuran hukum, Mahkamah Agung Israel pada 2022 mengesahkan pengusiran penduduk desa. Meskipun demikian, sekitar 1.000 warga Palestina masih bertahan di wilayah tersebut, sementara tentara Israel terus menghancurkan rumah, tenda, tangki air, dan pohon zaitun mereka. Warga Palestina khawatir pengusiran massal bisa terjadi kapan saja.

Sebagai dokumenter pemenang Oscar ke-97, No Other Land mendapat pujian global karena menyoroti kekerasan Israel terhadap warga Palestina di Masafer Yatta.

Namun, film ini juga menghadapi tekanan besar. Salah satu upaya sensor terbaru terjadi di Miami Beach, ketika wali kota Steven Miner mencoba menutup bioskop yang menayangkan film ini.

Lebih dari 600 tokoh industri film, termasuk Michael Moore, Barry Jenkins, Marisa Tomei, Ezra Edelman, dan Phil Lord, menandatangani surat terbuka yang mengecam upaya sensor terhadap film tersebut.

Di bawah tekanan luas dari komunitas film internasional dan kritik dari dewan kota Miami Beach, Miner akhirnya mundur dari keputusannya untuk menindak bioskop yang menayangkan ‘No Other Land’.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *