Panglima IRGC Sebut Fenomena Kebangkitan Hizbullah sebagai ‘Pemulihan Ajaib’ di Hadapan Serangan Bertubi-tubi Israel
POROS PERLAWANAN – Panglima Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC), Mayor Jenderal Hossein Salami menyoroti kebangkitan Hizbullah Lebanon yang disebutnya sebagai fenomena “pemulihan ajaib” dalam menghadapi serangan bertubi-tubi dari Israel. Pernyataan ini disampaikan dalam pidato pada Rabu 6 November, sebagaimana dilaporkan oleh Kantor Berita Tasnimnews.
Mayor Jenderal Salami menekankan bahwa kawasan Asia Barat sedang mengalami perubahan besar baik secara politik maupun keamanan. Ia menyatakan bahwa situasi saat ini sangat menentukan, dan meskipun tantangan yang dihadapi cukup berat, semangat optimisme tetap terjaga. “Kami sangat percaya pada perkembangan yang lebih baik, berdasarkan kenyataan di lapangan dan janji Ilahi,” ujar Salami.
Lebih jauh, Salami menyebutkan bahwa konflik antara Iran dan Israel kini telah meluas, dari sekadar perselisihan sporadis menjadi bentrokan yang lebih intens sejak operasi besar “Badai Al-Aqsa”. Operasi ini, menurutnya, menjadi titik balik yang memperingatkan Israel tentang kelemahan strategis mereka, setelah serangkaian kegagalan intelijen.
“Israel menghadapi tantangan eksistensial,” kata Salami, merujuk pada tantangan internal yang melibatkan ketegangan sosial, ekonomi, dan geopolitik. Ia menyebut bahwa rezim tersebut sangat bergantung pada dukungan penuh Amerika Serikat untuk bertahan hidup. Menurutnya, tanpa dukungan AS, eksistensi Israel hanya akan bertahan sekejap.
Mayor Jenderal Salami juga mengkritik upaya Israel dalam menggencarkan perang media dan penyensoran berita untuk mengendalikan narasi ketakutan. Namun, katanya, realitas di lapangan berbicara lain. Ia menyatakan bahwa sejumlah besar penduduk Israel harus terus berlindung, sementara rakyat Palestina terpaksa meninggalkan Tanah Air mereka.
Mengomentari perlawanan yang dipimpin Hizbullah dan Gaza, Salami memuji ketabahan mereka. Ia mengatakan, “Mereka melawan koalisi militer terkuat dunia dengan sumber daya minim dan menciptakan momen bersejarah.”
Meskipun melancarkan gempuran terus-menerus, Israel belum mencapai target strategis, selain kerusakan rumah-rumah sipil dan korban warga tak bersalah.
Salami juga menggarisbawahi pentingnya peran Republik Islam Iran dalam mendukung perlawanan regional. Ia menegaskan bahwa Iran tetap menjadi kekuatan global yang berdiri tegak melawan arogansi Barat. “Atas kehendak Allah Swt, sistem Islam yang suci tetap kokoh, dan tidak ada ancaman yang dapat menggoyahkan tekad kami,” pungkasnya.
Perkembangan ini semakin memperkuat dinamika geopolitik Asia Barat, dengan keseimbangan yang terus berubah setiap hari, menempatkan Hizbullah dan Kelompok Perlawanan lainnya dalam sorotan sebagai aktor penting di Kawasan.
