Para Pemimpin Eropa ‘Pingpong’ Zelensky: Daripada Mengemis kepada Kami, Berdamailah dengan Trump!
POROS PERLAWANAN – Volodymyr Zelensky di hari-hari ini sungguh bernasib sial. Setelah berdebat panas dengan Donald Trump, dia mendatangi para pemimpin Eropa. Namun dia malah mereka suruh untuk kembali ke Trump.
Dikutip Fars dari sumber-sumber diplomatik, PM Inggris, Keir Starmer meminta Presiden Ukraina untuk kembali ke Gedung Putih dan memperbaiki hubungannya dengan Presiden AS.
Pada Jumat 28 Februari lalu, dalam sebuah pertemuan yang disiarkan secara live, Trump dan Wakilnya, J.D. Vance menghinakan Zelensky dan mengusirnya dari Gedung Putih.
Zelensky tiba di London pada Sabtu dan rencananya hari ini akan menghadiri pertemuan para pemimpin Eropa terkait isu Ukraina. Zelensky berharap mendapat dukungan dari Benua Biru.
Namun menurut laporan Telegraph, Starmer dalam kontak telepon dengan Zelensky berusaha meyakinkannya untuk kembali ke Gedung Putih. PM Inggris juga mengontak Trump untuk meredakan suasana. Namun Washington mengumumkan bahwa ketegangan harus diredakan terlebih dahulu sebelum perundingan dimulai.
Setelah peristiwa ini, sejumlah pemimpin Eropa juga mendesak Zelensky untuk kembali akur dengan Trump. Dalam wawancara dengan BBC, Sekjen NATO, Mark Rutte berkata bahwa ia telah menyampaikan imbauan berikut kepada Zelensky: ”Anda harus mencari cara untuk merekonstruksi hubungan dengan Donald Trump dan Pemerintah AS. Hal ini penting untuk masa depan.”
Rutte mengingatkan Zelensky bahwa Trump pada 2019 telah mengirim rudal antitank Javelin untuk Ukraina, yang berperan penting dalam menghadapi serangan Rusia.
Di saat bersamaan, PM Italia, Giorgia Meloni mendesak diadakannya pertemuan segera antara AS, Uni Eropa, dan para sekutu Barat. Ia mengatakan, ”Perselisihan di Barat akan melemahkan kita dan menguntungkan pihak-pihak yang menghendaki runtuhnya peradaban kita.”
Para pemimpin Eropa akan bertemu hari ini di London untuk membahas kelanjutan perundingan demi mengakhiri perang Ukraina. Dalam pertemuan ini, mereka akan membahas dukungan militer untuk Ukraina, tekanan ekonomi yang lebih besar terhadap Rusia, dan masalah jaminan keamanan mendatang.
Kendati demikian, sebuah sumber diplomatik Eropa mengatakan kepada Telegraph bahwa prioritas utama pertemuan di London adalah “mencegah perselisihan melebar di Aliansi Barat”.
“Eropa selalu memiliki peran penting. Namun sekarang benua ini bertanggung jawab menjembatani Kiev dan Trump,” ujarnya.
