Parlemen Iran: Duta Besar ‘Troika’ Eropa Dukung Kerusuhan, Barat Salurkan Dana ke Teroris
POROS PERLAWANAN — Juru Bicara Komite Keamanan Nasional Parlemen Iran (Dewan Syura), Ibrahim Rezaei menyatakan bahwa duta besar “troika” Eropa, Jerman, Inggris, dan Prancis terlibat langsung mendukung unsur-unsur teroris dan berperan aktif dalam mengarahkan kerusuhan di Iran.
Mengutip Al Mayadeen pada Minggu 18 Januari, Rezaei menyatakan para duta besar ketiga negara tersebut “berdiri di sisi elemen teroris” dalam peristiwa kerusuhan yang terjadi baru-baru ini di Iran.
Rezaei menambahkan bahwa otoritas terkait di Iran memiliki dokumen yang mengonfirmasi negara-negara Barat telah mentransfer Dolar AS dan mata uang asing lainnya dengan tujuan mengorganisasi kelompok teroris untuk melakukan pembunuhan di dalam negeri Iran.
Sebelumnya, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menyatakan bahwa kerusuhan terbaru merupakan ulah Amerika Serikat dengan tujuan melemahkan dan “menelan” Iran. Ia menegaskan upaya tersebut telah digagalkan berkat perlawanan rakyat, pejabat, dan elemen-elemen masyarakat yang sadar.
Pernyataan senada juga disampaikan mantan Presiden Iran, Mohammad Khatami, yang menilai rangkaian peristiwa tersebut mencerminkan gerakan terorganisasi dengan dukungan asing yang ditujukan untuk melawan negara.
Pada Sabtu, Kementerian Intelijen Iran mengumumkan telah mengidentifikasi jaringan beranggotakan 32 orang yang terlibat dalam kerusuhan dan aksi sabotase di Teheran serta sejumlah provinsi lain. Dari jumlah tersebut, 12 anggota utama ditangkap, sementara 13 orang lainnya dipanggil untuk pemeriksaan.
Secara terpisah, Humas Garda Revolusi Islam di Provinsi Khuzestan melaporkan penangkapan sejumlah pemimpin kerusuhan bersenjata yang terlibat dalam pembunuhan, pembakaran tempat-tempat suci, serta perusakan fasilitas umum dan properti swasta.
Pasukan keamanan Iran juga mengumumkan penangkapan anggota dan pimpinan kerusuhan bersenjata di beberapa provinsi. Otoritas menegaskan tidak akan menoleransi aksi tersebut dan menyatakan elemen-elemen yang ditangkap memiliki keterkaitan dengan pihak asing, khususnya Mossad dan Amerika Serikat.
