Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Pejabat AS: Paket Sanksi Berat terhadap Rusia Telah Disiapkan

POROS PERLAWANAN – Utusan Khusus Amerika Serikat untuk Ukraina, Keith Kellogg mengumumkan bahwa paket sanksi berat terhadap Rusia telah disusun dan siap diberlakukan, menyusul kegagalan Moskow memberikan tanggapan konkret terhadap inisiatif diplomatik terbaru yang dipimpin oleh Pemerintahan Presiden Donald Trump.

Dalam wawancara dengan Al Jazeera pada Rabu 28 Mei, Kellogg mengatakan bahwa Presiden Rusia, Vladimir Putin telah melewatkan “peluang nyata” untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat.

“Saya pikir Putin akan membuat kesalahan besar jika dia mengabaikan kesempatan ini,” ujar Kellogg, seraya menambahkan bahwa AS tengah “menguji kesabaran” dan menunggu tanggapan jelas dari pihak Rusia.

Rencana Perdamaian dan Diplomasi

Kellogg mengungkapkan bahwa sebuah rencana perdamaian yang terdiri dari 22 poin telah disusun dalam pertemuan di London. Menurutnya, proposal tersebut membuka ruang dialog baru antara kedua negara.

“Rencana ini membawa kita pada percakapan yang belum pernah dilakukan sebelumnya antara kedua belah pihak,” katanya. “Kami ingin mencapai rencana perdamaian yang nyata.”

Rencana tersebut belum dirinci ke publik, namun diperkirakan mencakup aspek keamanan regional dan pengurangan ketegangan di Ukraina.

Sanksi Baru dan Tarif Energi

Lebih lanjut, Kellogg mengumumkan bahwa sejumlah anggota Senat AS telah menyiapkan paket sanksi ekonomi lanjutan terhadap Rusia, termasuk tarif terhadap sektor energi.

“Salah satu langkah yang sedang dipertimbangkan adalah peningkatan tarif energi Rusia hingga 500 persen,” ujarnya. “Kami berharap tidak perlu melaksanakannya, tetapi paket itu sudah siap.”

Pernyataan ini datang di tengah meningkatnya tekanan dari parlemen dan sekutu Eropa untuk memperkuat tanggapan terhadap kebijakan Moskow di Ukraina dan kawasan sekitarnya.

Situasi di Ukraina dan Respons Rusia

Menanggapi situasi politik di Kiev, Kellogg mengatakan bahwa Ukraina saat ini berada dalam posisi yang baik, namun memperingatkan agar Pemerintah Ukraina menghindari pernyataan yang dapat memperkeruh situasi.

Ia juga menanggapi komentar dari Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, yang menyebut potensi eskalasi menjadi Perang Dunia III. Kellogg menyebut pernyataan itu “sangat bodoh”.

“Saya memperingatkan Rusia bahwa mereka akan membutuhkan kesabaran Presiden Trump,” kata Kellogg. “Itulah yang sedang mereka uji saat ini, dan itu merupakan kesalahan besar.”

Komunikasi yang Belum Terpenuhi

Kellogg juga mengungkapkan bahwa Rusia sebelumnya telah menjanjikan pengiriman catatan diplomatik resmi kepada Pemerintah AS dalam waktu satu minggu. Namun, hingga hari kedelapan, dokumen tersebut belum diterima di Washington.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *