Pejabat Israel: Teknologi Houthi Berkembang Pesat Lebihi yang Dibayangkan Kebanyakan Orang
POROS PERLAWANAN – Seorang pejabat Rezim Zionis dalam wawancara dengan Washington Post menyatakan, Houthi (Ansharullah) tidak boleh dianggap remeh, sebab dari sisi teknologi, mereka telah berkembang pesat melebihi yang dibayangkan kebanyakan orang.
Diberitakan Fars, Washington Post dalam laporannya pada Jumat 27 Desember mengungkap persiapan Israel untuk front baru menghadapi Houthi di Yaman.
“Fase baru dalam perang yang telah melampaui batas-batas Israel,” tulis Washington Post.
Harian AS menulis, PM Israel Benyamin Netanyahu pada hari Kamis mengatakan,”Perang melawan kelompok milisi yang didukung Iran ini baru saja dimulai.”
“Kita akan menyerang mereka semaksimal mungkiin agar menjadi pelajaran bagi mereka. Hamas, Hizbullah, dan Suriah telah mengambil pelajaran. Houthi pun akan demikian,” ujar Netanyahu kepada Kanal 14.
Kendati begitu, laporan Washington Post menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Yaman tidak seperti yang dibayangkan Netanyahu dan Israel.
“Houthi menyerang Israel sebagai bentuk solidaritas dengan operasi mengejutkan Hamas ke selatan Israel pada musim gugur tahun lalu. Sebelum ini, Hotuhi dipandang oleh Badan Keamanan Israel sebagai ‘ancaman yang lebih bisa ditangani’ daripada Hamas di Gaza atau Hizbullah di Lebanon,” tulis Washington Post.
“Namun Houthi akhir-akhir ini telah meningkatkan serangannya. Nyaris tiap malam mereka memaksa jutaan orang Israel lari ke tempat-tempat perlindungan. Serangan-serangan ini, yang kebanyakan telah dicegat, dilancarkan setelah pada 19 Desember lalu, sebuah rudal dari Yaman mengenai sekolah di sekitar Tel Aviv.”
Seorang pejabat Israel (yang enggan identitasnya dipublikasikan karena dilarang berbicara dengan media) dalam wawancara dengan Washington Post mengatakan,”Dari sisi teknologi, Houthi telah jauh berkembang melebihi apa yang dipikirkan sebagian besar pihak. Mereka tidak boleh dipandang enteng.”
“Dengan dukungan dari Iran, Houthi berhasil mengambil langkah-langkah praktis dalam menindaklanjuti ideologinya, yaitu menghancurkan AS dan Israel,” imbuhnya.
