Pelatih Manchester City: Kita Tak Boleh Bungkam Soal Pembantaian di Gaza
POROS PERLAWANAN – Pelatih klub Manchester City asal Spanyol, Pep Guardiola angkat bicara soal pembantaian Rezim Zionis atas anak-anak di Gaza. Dia menyeru dunia agar tidak bungkam dan menunjukkan respons kolektif terkait kejadian-kejadian di Gaza.
Diberitakan al-Alam, saat berpidato dalam seremoni penyerahan gelar kehormatan dari Universitas Manchester, Guardiola menyatakan bahwa pidatonya tidak bernuansa politis atau ideologis.
“Menyaksikan apa yang terjadi di Gaza membuat saya sangat pilu. Kejadian-kejadian ini meremukkan hati saya. Marilah kita bicara terbuka. Masalah ini tak ada kaitannya dengan kesalahan ideologi. Hal ini berhubungan dengan cinta kepada kehidupan dan perasaan tanggung jawab terhadap penderitaan-penderitaan yang terjadi di sekitar kita.”
“Mungkin ada anak-anak yang kehilangan nyawa mereka akibat dibombardir atau di rumah sakit yang tidak lagi berfungsi, kemudian kita dengan cuek berkata bahwa hal itu tidak berhubungan dengan kita. Namun kita harus waspada, sebab mungkin saja korban selanjutnya adalah anak-anak kita sendiri.”
“Saya minta maaf. Tapi tiap kali saya memikirkan nasib anak-anak Gaza, saya melihat anak-anak saya dan merasa ketakutan. Mungkin bencana ini tampak jauh dari tempat kita tinggal. Mungkin kita akan bertanya kepada diri sendiri,’Apa yang bisa kita lakukan?’ Namun izinkan saya menyampaikan sebuah kisah kepada Anda. Di sebuah hutan yang sedang terbakar, seluruh binatang berlari menyelamatkan diri, kecuali seekor burung kecil. Burung ini mondar mandir ke laut dan membawa setetes air dalam paruhnya. Binatang-binatang lain mengejeknya dan berkata bahwa dia tidak akan bisa memadamkan api. Namun burung itu menjawab,’Saya hanya melakukan tugas saya.’”
“Burung itu tahu bahwa dia tidak akan bisa memadamkan api sendirian. Namun dia memutuskan untuk peduli. Di dunia yang berusaha meyakinkan kita bahwa kita terlalu kecil untuk melakukan perubahan, kisah ini mengingatkan bahwa kekuatan bukan dalam kuantitas, tapi ada dalam tekad untuk menghindari kebungkaman,” tandas Guardiola.
