Pemerintahan Pemberontak al-Jolani Dibentuk
POROS PERLAWANAN – Ahmed al-Sharaa, atau yang lebih dikenal sebagai Abu Muhammad al-Jolani, mengumumkan pembentukan pemerintahan dan kabinet baru yang dipimpinnya. Pemerintahan ini diperkirakan akan berkuasa selama empat tahun ke depan.
Menurut laporan sejumlah media pada Minggu (30/3), pemimpin Takfiri Suriah tersebut mengumumkan pembentukan pemerintahan baru yang diberi nama “Perubahan dan Pembangunan” dalam sebuah upacara di Istana Kepresidenan Suriah pada Sabtu malam.
Kabinet ini didominasi oleh para tokoh Salafi Takfiri tanpa melibatkan kelompok lain, termasuk dari kalangan liberal. Tidak seperti pemerintahan pada umumnya, kabinet ini tidak memiliki perdana menteri, dan Ahmed al-Sharaa secara langsung mengambil alih kendali atas urusan eksekutif negara. Pemerintahan transisi ini akan tetap berjalan hingga pemilu digelar, yang kemungkinan akan berlangsung dalam waktu empat tahun.
Sejumlah perubahan signifikan terjadi dalam kabinet baru ini. Mohamed al-Bashir, yang sebelumnya menjabat sebagai perdana menteri transisi, kini diangkat sebagai Menteri Energi. Sementara itu, Mohammed Abdul Rahman, yang memiliki rekam jejak hitam kelam sebagai pemimpin kelompok teroris Jaish al-Fath, ditunjuk sebagai Menteri Dalam Negeri.
Perombakan juga terjadi dalam sektor keamanan. Anas Khattab, salah satu pendiri dan pemimpin Front Nusra yang memiliki hubungan erat dengan Al-Qaeda di Irak, kini menjabat sebagai Kepala Organisasi Intelijen Suriah. Ia telah masuk dalam daftar sanksi Dewan Keamanan PBB sejak 2014 karena keterlibatannya dalam pendanaan kelompok teroris.
Di jajaran pertahanan, Marhaf Abu Qasra, seorang komandan Tahrir al-Sham yang dikenal sebagai “tukang jagal”, diangkat menjadi Menteri Pertahanan. Sementara itu, Asad al-Shaibani tetap mempertahankan posisinya sebagai Menteri Luar Negeri.
Dalam kabinet yang didominasi oleh pria ini, satu-satunya perempuan adalah Hind Qabwat, anggota minoritas Kristen Suriah, yang ditunjuk sebagai Menteri Sosial dan Tenaga Kerja.
