Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Pemimpin Ansharullah: Kaum Takfiri adalah Alat Amerika dan Israel di Suriah

POROS PERLAWANAN – Pemimpin Gerakan Ansharullah, Sayyid Abdul Malik al-Houthi, mengecam kebrutalan kelompok Takfiri di Suriah. Ia menegaskan bahwa kelompok-kelompok ekstremis ini diciptakan dan didukung oleh Amerika Serikat serta Israel dengan tujuan mencoreng citra Islam dan menciptakan instabilitas di dunia Arab.

Mengutip laporan Sabanews dalam pernyataannya pada Minggu (10/3), al-Houthi menyoroti kekejaman kelompok Takfiri terhadap warga sipil di Suriah. Ia menyatakan bahwa aksi brutal mereka semakin membuktikan bahwa kelompok ini hanyalah alat kepentingan asing.

“Peristiwa di Suriah menunjukkan bahwa kelompok Takfiri terus melanggengkan tindakan biadab dan kriminal mereka,” ujarnya.

Pembantaian Massal dan Propaganda Teror

Al-Houthi mengutuk keras aksi kelompok Takfiri yang melakukan pembantaian terhadap ratusan warga sipil tak bersenjata di Suriah. Ia menegaskan bahwa kelompok ini tidak hanya membunuh secara brutal, tetapi juga dengan sengaja merekam tindakan mereka dalam bentuk video untuk disebarkan di media sosial sebagai propaganda teror.

“Kelompok-kelompok ini mendokumentasikan kejahatan mereka, menyebarkannya di media sosial, dan bahkan merasa bangga atas kebiadaban tersebut,” kata al-Houthi.

Ia juga menuding bahwa para pendukung kelompok Takfiri—baik dari sisi finansial, politik, maupun militer—merupakan pihak yang turut bertanggung jawab atas kejahatan ini.

Konsekuensi Buruk bagi Kelompok Takfiri

Pemimpin Ansharullah memperingatkan bahwa kelompok Takfiri akan menghadapi konsekuensi besar atas tindakan mereka. Ia menegaskan bahwa mereka telah memberikan keuntungan besar bagi Israel dan Amerika Serikat dengan menghancurkan struktur sosial masyarakat Suriah.

“Tindakan mereka telah merusak keutuhan sosial Suriah dan secara tidak langsung menguntungkan Israel dan Amerika Serikat,” tegasnya.

Al-Houthi juga menyoroti bagaimana Israel secara terbuka memberikan dukungan kepada komunitas Druze di Suwayda dan bagaimana kelompok Takfiri kini berupaya mencapai kesepakatan dengan mereka.

“Israel memperingatkan kelompok Takfiri agar tidak menyerang Druze. Hal ini membuktikan adanya hubungan antara mereka dan kepentingan Israel di wilayah tersebut,” ungkapnya.

Amerika dan Politik Perlindungan terhadap Kurdi

Dalam pidatonya, al-Houthi juga menyinggung peran Amerika Serikat yang berupaya menampilkan diri sebagai pelindung kelompok Kurdi.

“Amerika membekali Kurdi dengan persenjataan, sementara rakyat Suriah lainnya dibiarkan menjadi korban karena tidak mendapatkan perlindungan serupa,” katanya.

Menurutnya, kondisi ini mencerminkan ketidakadilan global, di mana kelompok tertentu mendapatkan dukungan politik dan militer, sementara mayoritas rakyat Suriah menjadi target serangan tanpa perlindungan dari komunitas internasional.

Terorisme yang Dikendalikan oleh Amerika dan Israel

Al-Houthi menegaskan bahwa kelompok-kelompok teroris yang beroperasi di Suriah bukanlah gerakan independen, melainkan alat politik yang direkayasa oleh Amerika Serikat dan Israel untuk menciptakan instabilitas di kawasan.

“Kelompok-kelompok ini dibentuk dan diarahkan untuk menjalankan agenda tertentu, termasuk mencoreng citra Islam di mata dunia,” ujarnya.

Ia juga menyoroti fakta bahwa, meskipun kelompok Takfiri mengklaim sebagai pejuang Islam, mereka sama sekali tidak pernah menargetkan Israel.

“Sejak menguasai wilayah Suriah, mereka tidak pernah sekalipun menembakkan peluru ke arah Israel, meskipun rezim Zionis telah melakukan serangan ke bagian selatan Suriah,” tegas al-Houthi.

Islam Tidak Terkait dengan Kelompok Takfiri

Di akhir pernyataannya, al-Houthi menegaskan bahwa Islam sama sekali tidak memiliki hubungan dengan kelompok Takfiri dan kebiadaban yang mereka lakukan.

“Islam terbebas dari kebrutalan kelompok Takfiri. Meskipun media yang mendukung mereka berusaha membangun citra berbeda, realitas di lapangan tetap jelas dan tidak dapat disangkal,” pungkasnya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *