Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Pemimpin Ansharullah: Kita Tengah Saksikan Perang Penyesatan Terbesar Sepanjang Sejarah terhadap Islam

POROS PERLAWANAN – Pada hari Jumat 13 Februari menjelang tibanya bulan Ramadan, Pemimpin Ansharullah Yaman, Sayyid Abdulmalik Badrudin al-Houthi menyampaikan khotbah agama tentang pentingnya ketakwaan dan kesadaran dalam komunitas Islam.

Diberitakan Fars, ia menekankan pentingnya mematuhi kewajiban dan petunjuk ilahi atas dasar kesadaran. Ia menggambarkan hal ini sebagai syarat agar Umat Islam tetap terlindung dari dampak penyimpangan dan kesesatan.

Pemimpin Ansharullah berpendapat, sebagian masalah dan kerugian yang dihadapi Dunia Islam disebabkan oleh kegagalan dalam memenuhi tanggung jawab. Ia menyatakan bahwa situasi ini berakar pada kelemahan ketakwaan.

“Umat Islam menghadapi gangguan serius di bidang pendidikan berbasis agama. Dalam hal ini, berbagai negara dan pemerintah juga menghadapi kekurangan dan kelemahan besar dalam menyediakan model yang komprehensif dan lengkap untuk pendidikan berbasis agama bagi masyarakat.”kata al-Houthi.

Di bagian lain pidatonya, ia mengatakan bahwa saat ini kita menyaksikan perang penyesatan terbesar pada tingkat yang sangat tinggi dan dengan segala cara yang tersedia terhadap Dunia Islam, perang yang belum pernah terjadi dalam sejarah.

“Sejak kemunculan komunitas manusia, kita belum pernah menyaksikan aktivitas setan dalam skala sebesar ini. Kemampuan terorganisir, dengan sumber daya, alat, dan teknologi yang besar, digunakan untuk menyesatkan manusia, menghancurkan jiwa dan sifat manusia, menghilangkan esensi kemanusiaannya, dan membuatnya menyerupai hewan, hingga tidak ada jejak kemanusiaan yang tersisa di dalamnya.”

“Kita belum pernah menyaksikan serangan semacam ini dari pasukan Setan. Keistimewaan bulan suci Ramadan adalah bahwa kita mengambil tindakan; ini bukan sekadar pengingat. Puasa adalah tindakan yang mendidik dan melatih seseorang; suatu hal praktis yang memengaruhi jiwa manusia dan memperkuat kekuatan praktis serta kohesi seseorang. Oleh karena itu, seseorang selalu membutuhkan penyucian dan pembinaan.”

Pemimpin Revolusi Yaman menyatakan, perkembangan saat ini di Kawasan berpusat pada poros berbahaya, yaitu upaya untuk memaksakan kondisi di mana agresi dan pelanggaran terhadap negara-negara Islam dipandang sebagai hal yang normal dan dapat diterima.

Mengacu pada situasi di Palestina, Lebanon, dan Suriah, al-Houthi menekankan bahwa Rezim Israel melakukan segala macam kejahatan di negara-negara tersebut; mulai dari melanjutkan pembantaian dan memperketat blokade di Gaza hingga upaya untuk mencaplok Tepi Barat dan mengabaikan perjanjian sebelumnya, termasuk Perjanjian Oslo. Al-Houthi juga menyoroti agresi yang terus menerus terhadap Masjid al-Aqsa dan upaya untuk menghapus identitas Islam di Palestina.

Pemimpin Ansharullah menggambarkan tekanan terhadap Lebanon untuk melucuti senjata Hizbullah terjadi pada saat yang sama ketika Israel sedang mempersenjatai para pemukim Zionis. Ia juga berbicara tentang agresi yang terus berlanjut di Suriah.

Al-Houthi, dengan menegaskan bahwa Israel, dengan partisipasi AS, berusaha menguasai negara-negara di Kawasan. Ia menekankan bahwa fokus mereka terhadap Republik Islam Iran disebabkan oleh peran Tehran dalam menghalangi proyek-proyek tersebut. Ia menggambarkan posisi Iran sebagai “kuat dan teguh” dan menilai kehadiran rakyat Iran di lapangan sebagai hal yang penting.

Ia juga memberitakan kelanjutan dukungan senjata AS untuk Israel, dan menggambarkannya sebagai bagian dari persiapan untuk fase baru.

Merujuk pada publikasi dokumen terkait Jeffrey Epstein, al-Houthi mengatakan bahwa dokumen-dokumen ini telah mengungkap sebagian dari kerja di balik layar gerakan Zionis dan mengungkap pelanggaran kejahatan keji terhadap anak-anak.

Ia mengatakan bahwa dokumen-dokumen ini telah menunjukkan bagaimana lingkaran tertentu berperan dalam membentuk pemimpin dan tokoh politik.

“Dokumen-dokumen ini telah mengungkap ritual dan perilaku di mana kejahatan keji telah dilakukan, termasuk terhadap anak-anak dan gadis di bawah umur,” tandasnya.

Al-Houthi menekankan bahwa kasus ini harus ditanggapi dengan serius, karena mengandung skandal yang melibatkan sebagian elit politik.

Pemimpin Ansharullah juga menggambarkan dokumen-dokumen ini sebagai bukti upaya musuh untuk menyebarkan kerusakan di masyarakat. Ia menyeru publik untuk memerhatikan dimensi-dimensi yang diangkat dalam kasus ini.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *