Pemimpin Tertinggi Iran: Republik Islam Gugurkan Konsep Barat tentang Perempuan
POROS PERLAWANAN – Dalam peringatan Hari Ibu Nasional, yang diperingati bertepatan dengan hari kelahiran Sayyidah Fatimah a.s. putri Rasulullah s.a.w., Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei menyatakan bahwa Republik Islam telah membantah logika Barat mengenai perempuan.
Diberitakan Kantor Berita ISNA, dalam pidato pada Rabu 3 Desember yang disampaikan di hadapan ratusan perempuan dan gadis dari seluruh Iran tersebut, Ayatullah Khamenei mengatakan, ”Perempuan dan laki-laki adalah mitra yang saling melengkapi dalam membangun peradaban, berbagi martabat yang sama, dan persatuan sesuai ajaran Islam.”
Ayatullah Khamenei memperingatkan agar tidak mengadopsi narasi budaya Barat, seraya menekankan pentingnya penghormatan terhadap hak-hak perempuan.
Pemimpin Tertinggi Iran lalu menyoroti kengototan Barat dalam mengekspor budayanya yang palsu ke dunia. Beliau menambahkan: “Mereka mengeklaim bahwa pembatasan tertentu terhadap perempuan, termasuk hijab, akan menghambat kemajuan mereka. Namun Republik Islam Iran telah membantah logika palsu ini dan menunjukkan bahwa seorang perempuan Muslimah, yang mengenakan pakaian Islam, dapat berperan di semua bidang lebih dari yang lain.”
Ayatullah Khamenei kemudian menyinggung kemajuan yang telah dicapai oleh perempuan Iran sejak Revolusi Islam pada 1979 di berbagai bidang ilmiah, olahraga, intelektual, penelitian, politik, sosial, dan kesehatan. Menurut Ayatullah Khamenei, kaum perempuan Iran telah mencapai semua prestasi ini meskipun mereka adalah istri yang terhormat bagi suami mereka dan sangat peduli dengan urusan keluarga.
“Islam menekankan penghormatan penuh terhadap hak-hak perempuan,” tegas Ayatullah Khamenei, seraya menambahkan bahwa Alquran sangat menghargai perempuan dan peran sosial mereka.
