Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Pemimpin Tertinggi Iran: Hadapi Musuh Secara Bersama, Seperti dalam Perang 12 Hari

POROS PERLAWANAN — Pemimpin Besar Revolusi Islam, Ayatullah Ali Khamenei, menegaskan bahwa Iran “tanpa keraguan” memenangkan Perang 12 Hari melawan Amerika Serikat dan rezim Zionis, sembari menyerukan persatuan nasional sebagai modal politik tertinggi dalam menghadapi tekanan internasional. Pesan ini disampaikan dalam pidato televisi nasional pada Kamis malam (28/11), di tengah meningkatnya dinamika regional dan sorotan global terhadap konflik di Gaza.

Dalam pidatonya, Ayatullah Ali Khamenei tidak hanya menyoroti kegagalan Amerika dan Israel mencapai tujuan mereka dalam serangan terhadap Iran, tetapi juga menempatkan Basij, gerakan rakyat yang berafiliasi dengan IRGC, sebagai motor kekuatan nasional yang harus diteruskan lintas generasi. Ayatullah menjadikan narasi kemenangan Perang 12 Hari sebagai bukti efektivitas persatuan nasional, sekaligus mengarahkan rakyat dan elite politik untuk mempertahankan kohesi internal di tengah krisis geopolitik global.

Basij sebagai Pilar Ketahanan Negara

Dalam bagian utama pidatonya, Ayatullah Khamenei memusatkan perhatian pada Basij, yang ia sebut sebagai “kekayaan besar dan gerakan massal” yang memperkuat kapasitas pertahanan dan pembangunan sosial Iran. Ayatullah mendesak para pejabat negara untuk menghormati dan meneladani semangat Basij, yang menurutnya digerakkan oleh iman, hati nurani, dan keberanian moral.

Ayatullah Ali Khamenei menilai generasi muda sebagai generasi keempat Basij yang siap meneruskan gerakan tersebut. Ia menyebut bahwa Basij tidak hanya hadir dalam struktur organisasi IRGC, tetapi juga dalam bentuk kontribusi luas masyarakat di bidang industri, ekonomi, sains, pendidikan, hingga layanan publik.

“Basij yang inklusif adalah penetralisir rencana musuh di semua bidang,” ujarnya, seraya memasukkan ilmuwan, tenaga medis, perancang teknologi pertahanan, hingga atlet yang berkompetisi di luar negeri sebagai bagian dari spektrum luas identitas Basiji.

Narasi Kemenangan dalam Perang 12 Hari

Dengan nada tegas, Ayatullah Ali Khamenei menyebut bahwa baik Amerika maupun Israel “datang dengan niat jahat namun pulang dengan tangan hampa.” Dan menggambarkan perang singkat tersebut sebagai episode yang mengonsolidasikan rakyat Iran, bahkan membuat pihak-pihak yang berseberangan dengan pemerintah berdiri di sisi negara.

Ayatullah Ali Khamenei juga menyebut kerugian materi musuh jauh lebih besar daripada kerugian Iran, sekaligus menilai Amerika gagal “menipu rakyat Iran” meski menggunakan instrumen militer dan propaganda tingkat tinggi.

Menyinggung rencana 20 tahun Israel untuk memicu perang yang memporak-porandakan legitimasi internal Republik Islam, Ayatullah Ali Khamenei menegaskan bahwa hasil akhirnya justru kebalikannya. “Persatuan rakyat justru semakin kuat,” katanya.

Kecaman terhadap Amerika dan Rezim Zionis

Dalam tinjauan geopolitiknya, Ayatullah Khamenei menyoroti tragedi Gaza sebagai salah satu “tragedi terbesar dalam sejarah kawasan,” dan menyebut Israel sebagai “pemerintahan paling dibenci di dunia saat ini.”DItegaskannya, bahwa kebencian terhadap Amerika meningkat karena keterlibatannya sebagai pendukung utama operasi militer Israel.

Lebih jauh, Ayatullah Khamenei menyebut intervensi Amerika di berbagai belahan dunia, dari Ukraina hingga Timur Tengah sebagai faktor yang memicu perang, destabilisasi, dan pengungsian massal. Ia menampik laporan bahwa Iran mengirim pesan kepada Amerika melalui pihak ketiga, menyebutnya sebagai “kebohongan total.”

“Pemerintah seperti ini bukan pihak yang ingin diajak bekerja sama oleh Republik Islam,” tegasnya.

Empat Seruan Utama untuk Bangsa

Menutup pidatonya, Ayatullah Ali Khamenei menyampaikan empat seruan utama bagi bangsa. Dan kembali menegaskan pentingnya persatuan nasional dalam menghadapi musuh, menjadikan pengalaman Perang 12 Hari sebagai contoh nyata efektivitas solidaritas internal.

Dukungan terhadap pemerintah juga di tekankan, dengan meminta rakyat memberi ruang bagi kabinet untuk melanjutkan pekerjaan berat, termasuk agenda-agenda yang pernah dijalankan mendiang Presiden Ebrahim Raisi.

Pada poin berikutnya, Ayatullah Ali Khamenei menyoroti pengurangan pemborosan, khususnya dalam konsumsi pangan dan energi, yang disebutnya sebagai kerugian besar bagi keluarga dan negara.

Seruan terakhir adalah penguatan hubungan spiritual, di mana Ayatullah Khamenei mengimbau masyarakat memperbanyak doa, termasuk permohonan untuk hujan, keamanan, dan keselamatan bangsa.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *