Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Pemimpin Tertinggi Iran: Tujuan Perang Lunak Musuh adalah ‘Memutus Rantai Tawashi’ dan ‘Memutarbalikkan Fakta’

Pemimpin Tertinggi Iran: Tujuan Perang Lunak Musuh adalah ‘Memutus Rantai Tawashi' dan ‘Memutarbalikkan Fakta’

POROS PERLAWANAN – Dalam pidato peringatan Hari Pengutusan Nabi Muhammad Saw, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menyinggung permusuhan kaum tiran dunia terhadap Republik Islam Iran.

“Hari ini, Tatanan Islam, yang dalam propaganda Front Arogansi disebut sebagai ‘Islam Politik’, menjadi target berbagai serangan. Ini karena Tatanan Islam sanggup membentuk pemerintahan serta memberikan identitas keagamaan kepada bangsa Iran,” kata Ayatullah Khamenei, seperti dilansir al-Alam.

Ia menilai Revolusi Islam telah menghidupkan kandungan bi’tsah (pengutusan Nabi) dalam periode kontemporer.

Ayatullah Khamenei mengatakan, ”Imam Khomeini dengan inisiatif, keberanian, pemikiran tinggi, dan pengorbanannya mampu mewarnai garis pengutusan Nabi, serta menunjukkan komprehensifitas serta aspek politik-sosial Islam.”

Menurut Sayyid Khamenei, seiring dibentuknya Republik Islam, berbagai peristiwa dan situasi yang dialami para nabi pun terjadi kepada Iran, sehingga bangsa Iran mesti berhadapan dengan kaum arogan dunia.

“Musuh menyebar propaganda bahwa Republik Islam memusuhi semua warga dunia. Padahal, Negara Islam, sesuai ajaran Alquran, hanya memusuhi pihak yang memerangi bangsa Iran. Republik Islam Iran memiliki hubungan persahabatan dengan bangsa dan negara lain, apa pun agama dan ras mereka,” tandasnya.

Ayatullah Khamenei menyebut “bashirah” dan “kesabaran” sebagai dua unsur penting untuk melawan musuh aktif.

“Bashirah berarti bahwa seseorang tidak keliru mengidentifikasi jalan yang benar. Kesabaran bermakna keteguhan dalam menempuh Jalan Lurus. Dengan adanya dua unsur ini, musuh tidak bisa meraih tujuannya,” papar Ayatullah Khamenei.

Faktor yang diperlukan untuk menjaga dua unsur ini, kata Sayyid Khamenei, adalah keberadaan “gerakan tawashi (saling mengimbau)” di tengah masyarakat.

“Jika rantai imbauan kepada kesabaran dan kebenaran diwujudkan di tengah masyarakat, perasaan putus asa, kesendirian, dan kelemahan tekad tak akan muncul. Keberanian untuk bertindak pun akan tetap ada (di tengah masyarakat).”

Pemimpin Iran mengingatkan, salah satu tujuan utama musuh dalam Perang Lunak adalah memutus rantai tawashi.

“Pemutusan rantai tawashi sangat berbahaya. Para pemuda, selaku perwira-perwira Perang Lunak, tidak boleh membiarkan hal ini terjadi,” tegasnya.

Ayatullah Khamenei menjelaskan, pemutarbalikan fakta adalah trik lain musuh dalam Perang Lunak. Salah satu contohnya adalah perang di Yaman.

Sayyid Khamenei mengatakan, rakyat Yaman selama 6 tahun menjadi target agresi dan blokade Rezim Saudi, tanpa ada suara protes dari forum internasional dan negara-negara Barat.

“Namun ketika bangsa berbakat Yaman membuat sejumlah perangkat pertahanan dan membalas serangan musuh, suara protes dan kecaman pun mengalir deras, bahkan dari pihak PBB. Sikap PBB ini bahkan lebih buruk dari perilaku AS,” tegas Sayyid Khamenei.

Tags:

1 Komentar

  1. oxvow.com Maret 24, 2021

    best article

    Balas

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *