Pemimpin Tertinggi Iran Ungkap Anggapan Keliru Musuh bahwa Perlawanan akan Berakhir
POROS PERLAWANAN – Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, pada Selasa pagi 17 Desember, dalam peringatan Kelahiran Sayyidah Fatimah Zahra (a.s), menyebut Sayyidah Fatimah sebagai salah satu keajaiban besar dalam penciptaan. Beliau juga menekankan pentingnya prinsip-prinsip Islam tentang perempuan, menegaskan bahwa laki-laki dan perempuan saling melengkapi. Dalam pandangan Islam, keduanya setara dalam usaha mencapai kehidupan yang baik, serta dalam pengembangan kemampuan intelektual, spiritual, dan kontribusi di berbagai bidang, termasuk ilmu pengetahuan, budaya, seni, pengaruh sosial-politik, kegiatan ekonomi, dan urusan internasional.
Tanggapan atas Kejahatan Zionis dan Dukungan Terhadap Perlawanan
Ayatullah Khamenei mengkritik berlanjutnya kejahatan yang dilakukan oleh rezim Zionis dan Amerika di Kawasan, yang diperburuk oleh bantuan sebagian pihak lain kepada mereka. Beliau mengatakan, “Rezim Zionis, dalam angan-angannya, mengira dapat menggunakan Suriah untuk mengepung dan menghancurkan Hizbullah. Namun, yang pada akhirnya akan dihancurkan adalah Israel itu sendiri.”
Kelahiran Sayyidah Fatimah Zahra dan Poin-Poin Penting Pidato
Pada awal pidatonya, Ayatullah Khamenei mengucapkan selamat atas Kelahiran Sayyidah Fatimah Zahra (a.s) dan menyebut pertemuan dengan para wanita dan para pemudi sebagai acara yang sangat baik dan penuh semangat. Beliau mencatat beberapa poin penting dalam diskusi dan pertanyaan termasuk:
– Pentingnya perlindungan keluarga di dunia maya,
– Dorongan peningkatan jumlah penduduk,
– Masalah perempuan di bidang seni,
– Dan mempermudah urusan pernikahan.
Beliau meminta para pejabat Kantor Pemimpin Tertinggi dan lembaga terkait untuk menindaklanjuti dan mempertimbangkan secara serius isu-isu yang telah diangkat dalam diskusi tersebut.
Keutamaan Spiritual Sayyidah Fatimah Zahra
Beliau lebih lanjut menjelaskan dimensi kepribadian luar biasa Sayyidah Fatimah Zahra (a.s) sebagai fenomena menakjubkan dalam ciptaan Tuhan. Beliau mengatakan, “Adalah sesuatu yang sangat agung dan luar biasa bahwa seorang wanita muda, dari segi spiritualitas dan martabat Malakuti serta Ilahi, dapat mencapai derajat yang sedemikian tinggi sehingga, menurut riwayat dari Sunni dan Syiah, kemurkaan dan keridaannya dianggap sebagai kemurkaan dan keridaan Allah.”
Dengan penjelasan ini, beliau menekankan betapa besarnya kedudukan Sayyidah Fatimah Zahra dalam Islam sebagai teladan sempurna dalam hal kesucian, kebijaksanaan, dan pengabdian kepada Allah.
Keutamaan Sayyidah Fatimah Zahra sebagai Teladan Sempurna bagi Perempuan Muslim
Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menggambarkan beberapa sifat luar biasa Sayyidah Fatimah Zahra (a.s), termasuk:
– Kesetiaan dan dukungan beliau kepada Rasulullah s.a.w dalam menghadapi kesulitan,
– Kebersamaan dengan Imam Ali (a.s) dalam perjuangan dan jihad,
– Kekaguman para malaikat atas ibadah beliau,
– Pidato-pidato yang fasih, indah, dan menggugah hati,
Serta peran beliau dalam membesarkan Imam Hasan, Imam Husain (a.s), dan Sayyidah Zainab (a.s).
Beliau menegaskan bahwa Sayyidah Fatimah Zahra adalah teladan terbaik, paling sempurna, dan paling indah dalam setiap aspek kehidupan perempuan Muslim, mulai dari masa kanak-kanak, remaja, pernikahan, hingga gaya hidup sehari-hari.
Kritik terhadap Pandangan Kapitalisme tentang Perempuan
Pemimpin Tertinggi juga menyinggung berbagai pandangan dunia tentang isu perempuan, terutama di bawah pengaruh kapitalisme. Beliau menyatakan bahwa kapitalis dan politikus yang tunduk pada mereka, melalui media global yang mereka kuasai, secara tidak jujur dan manipulatif menyembunyikan tujuan jahat mereka di balik slogan-slogan humanis dan filosofi palsu. Mereka menggunakan isu perempuan untuk mengeksploitasi perempuan, merusak masyarakat, dan mencapai kepentingan material yang tidak sah.
Beliau menyoroti bahwa kemunafikan dan ketidakjujuran telah menjadi cara kerja permanen kolonialis dan kapitalis Barat. Sebagai contoh, mereka membawa perempuan ke pabrik-pabrik untuk memenuhi kebutuhan industri akan tenaga kerja murah, tetapi menyebutnya sebagai upaya memberikan kebebasan dan kemandirian kepada perempuan.
Konteks Sejarah dan Kritik terhadap Feminisme Modern
Ayatullah Khamenei juga menyinggung kebijakan pembebasan budak di Amerika sekitar dua abad yang lalu. Beliau menyebutkan bahwa tujuan tersembunyi dari slogan tersebut adalah memindahkan budak dari perkebunan di selatan ke pabrik-pabrik di utara Amerika. Hal serupa, menurut beliau, terlihat dalam slogan-slogan feminisme modern yang mengatasnamakan kebebasan dan hak perempuan, tetapi menyembunyikan agenda yang tidak manusiawi dan bermotif politik. Sebagian dari agenda ini sudah jelas terlihat, sementara lainnya akan terungkap di masa depan.
Penjelasan Islam tentang Peran Perempuan
Ayatullah Khamenei menekankan pentingnya menjelaskan Piagam Islam tentang perempuan agar masyarakat memahami logika Islam dalam isu ini. Beliau mengatakan, “Logika Islam harus diperkenalkan ke masyarakat dan diterapkan dalam praktik. Setelah Revolusi Islam, banyak langkah telah diambil dalam hal ini, tetapi masih perlu dilakukan lebih banyak upaya.”
Pasangan sebagai Prinsip Utama Piagam Islam tentang Perempuan
Pemimpin Tertinggi menegaskan bahwa pasangan (zawjiyah) adalah prinsip utama dalam Piagam Islam tentang perempuan. Berdasarkan banyak ayat dalam Al-Qur’an, laki-laki dan perempuan diciptakan dari jenis yang sama, sebagai pasangan yang saling melengkapi. Beliau menambahkan bahwa Islam memandang hubungan ini sebagai fondasi penting dalam pencapaian kehidupan yang harmonis dan bermakna.
Keluarga sebagai Inti Pasangan dan Prinsip Islam tentang Perempuan
Ayatullah Khamenei menekankan bahwa hubungan pasangan laki-laki dan perempuan dalam Islam melahirkan satu unit penting bernama keluarga. Beliau menjelaskan bahwa pembentukan keluarga merupakan tradisi Ilahi dalam penciptaan, yang juga tecermin dalam budaya Iran melalui rasa cinta dan penghormatan terhadap keluarga, yang menjadi salah satu tanda kekuatan dan kedalaman budaya bangsa Iran.
Kesetaraan dalam Pencapaian Spiritual dan Peran Perempuan di Berbagai Bidang
Pemimpin Tertinggi menegaskan bahwa salah satu prinsip utama Islam tentang perempuan adalah tidak adanya perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam pencapaian spiritual dan pertumbuhan manusia menuju kehidupan yang baik. Walaupun ada perbedaan fisik, laki-laki dan perempuan sama-sama dianugerahi kemampuan intelektual, inovasi, dan potensi tak terbatas. Oleh karena itu, perempuan memiliki kewajiban, dan dalam beberapa kasus keharusan, untuk berperan dalam berbagai bidang seperti ilmu pengetahuan, politik, sosial, ekonomi, hubungan nternasional, budaya, dan seni.
Hak dan Peran yang Berbeda tetapi Setara dalam Keluarga
Beliau menekankan dalam keluarga, meskipun laki-laki dan perempuan memiliki peran yang berbeda, perbedaan ini tidak menunjukkan superioritas salah satu atas yang lain. Islam memberikan hak yang sama kepada keduanya. Namun, secara emosional, Islam memandang perempuan seperti bunga yang harus dilindungi, dirawat, dan dijaga keharumannya dalam keluarga.
Batasan dalam Interaksi Sosial antara Laki-laki dan Perempuan
Ayatullah Khamenei juga menyoroti pentingnya batasan dalam hubungan sosial antara laki-laki dan perempuan. Beliau mengatakan Islam memberikan perhatian besar terhadap konsep hijab, kesucian (iffah), dan pandangan yang terjaga (ghadh al-bashar). Beliau menambahkan kebebasan tanpa batas yang berkembang di dunia Barat saat ini adalah fenomena baru. Literatur Eropa dari dua atau tiga abad yang lalu menunjukkan bahwa masyarakat Barat dahulu juga memiliki banyak pertimbangan terkait masalah perempuan.
Keutamaan Ibu dan Peran Keibuan dalam Islam
Pemimpin Tertinggi menegaskan bahwa Islam sangat menghargai peran ibu dan memandang keibuan sebagai kehormatan yang luar biasa. Namun, beliau mengkritik upaya sebagian pihak yang didorong oleh politik kapitalis, kolonialis, dan musuh masyarakat merdeka, termasuk masyarakat Iran, untuk memberikan citra negatif terhadap peran keibuan. Beliau menyatakan bahwa tugas membesarkan manusia adalah kehormatan terbesar. Dalam Islam, banyak ajaran menekankan pentingnya kasih sayang, pelayanan, dan ketaatan kepada ibu, seperti hadis “Surga berada di bawah telapak kaki ibu”.
Peran Perempuan setelah Revolusi Islam
Ayatullah Khamenei memuji pertumbuhan luar biasa perempuan Muslim yang beriman, cerdas, dan aktif di berbagai bidang setelah Revolusi Islam. Beliau menyebutkan perempuan memiliki peran penentu selama perjuangan Revolusi. Ketika beberapa pihak menolak kehadiran perempuan dalam demonstrasi, Imam Khomeini secara tegas menentang pandangan tersebut.
Menurutnya, kehadiran perempuan di medan perjuangan menginspirasi suami dan anak-anak mereka untuk ikut terlibat, sehingga secara tidak langsung perempuanlah yang memenangkan Revolusi.
Kontribusi Perempuan dalam Berbagai Arena Pasca-Revolusi
Ayatullah Khamenei menyoroti berbagai kontribusi perempuan setelah Revolusi, termasuk peran mereka di arena politik dan internasional, serta dalam peristiwa besar seperti Perang Pertahanan Suci (Defa-e Moqaddas), pembelaan tempat suci (Defa-e Haram), dan perjuangan politik lainnya.
Beliau memuji perempuan Iran yang telah menjaga identitas, budaya, dan tradisi luhur bangsa dengan integritas, rasa malu (haya), dan kesucian (iffah). Beliau juga menegaskan perempuan Iran berhasil melindungi diri dari berbagai dampak negatif yang telah melanda banyak negara Barat, dan Insya Allah akan terus melanjutkan perjalanan ini dengan kekuatan yang sama.
Peringatan terhadap Perang Lunak dan Peran Penting Perempuan dalam Melawan Propaganda Musuh
Ayatullah Khamenei memuji kemajuan perempuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan penelitian di universitas dan seminar keagamaan, serta menyoroti peningkatan jumlah perempuan mujtahid (ahli hukum Islam). Beliau menegaskan bahwa perempuan, terutama dalam masalah yang khusus terkait perempuan, sebaiknya mengikuti fatwa dari mujtahidah (perempuan mujtahid).
Beliau menyebutkan pertumbuhan jumlah perempuan cendekiawan, dosen, penulis, penyair, dan seniman yang tetap menjaga nilai-nilai agama setelah Revolusi Islam tidak dapat dibandingkan dengan era sebelumnya. Namun, beliau memperingatkan musuh tidak tinggal diam. Setelah menyadari upaya menggulingkan Revolusi Islam dengan metode perang keras seperti perang konvensional, pemboman, gerakan separatis, dan provokasi gagal, mereka kini beralih menggunakan perang lunak, seperti propaganda, hasutan, dan slogan palsu.
Melawan Propaganda dan Strategi Musuh terhadap Perempuan
Ayatullah Khamenei menyoroti klaim-klaim palsu musuh tentang membela hak-hak perempuan yang sering kali digunakan untuk menciptakan kekacauan di Iran. Beliau meminta perempuan, termasuk anak perempuan, ibu, dosen, dan mahasiswi, untuk waspada terhadap propaganda dan perang lunak yang bertujuan mengaburkan nilai-nilai Islam terkait perempuan. Beliau menyerukan agar masyarakat perempuan Iran berkomitmen melawan strategi licik musuh yang berusaha mengubah norma-norma mereka.
Perjuangan dan Ketahanan Perlawanan di Kawasan
Pada bagian lain pidatonya, Ayatullah Khamenei membahas isu-isu regional. Beliau menegaskan bahwa musuh salah besar jika berpikir Perlawanan telah berakhir, terutama dengan upaya mereka di Suriah, kejahatan rezim Zionis dan AS, serta dukungan sekutunya.
Semangat Perlawanan yang Tetap Hidup
Beliau menegaskan meskipun para pemimpin seperti Sayyid Hasan Nasrallah dan Yahya Sinwar telah syahid, semangat dan pemikiran mereka tetap hidup. Syahid tidak mengakhiri perjuangan mereka, tetapi justru memperkuat semangat perlawanan.
Keyakinan pada Kekalahan Israel
Ayatullah Khamenei menyoroti keberanian rakyat Gaza dalam menghadapi serangan harian rezim Zionis dan ketahanan Perlawanan Lebanon. Beliau menyatakan rezim Zionis mungkin berpikir dapat mengepung dan menghancurkan Hizbullah melalui Suriah, tetapi justru Israel-lah yang akan dihancurkan dan dicabut akarnya.
Dukungan Penuh Iran kepada Perlawanan Palestina dan Hizbullah
Pemimpin Tertinggi menegaskan Iran akan terus mendukung para pejuang Palestina dan mujahidin Hizbullah dengan segala cara yang memungkinkan. Beliau berharap suatu hari para pejuang dapat menyaksikan musuh Zionis diinjak-injak di bawah kaki mereka.
Kontribusi Perempuan dalam Membentuk Masyarakat yang Kokoh
Sebelum pidato Ayatullah Khamenei, sejumlah aktivis perempuan membahas berbagai isu, seperti:
– Peran perempuan Muslim revolusioner sebagai teladan,
– Dampak media sosial terhadap keluarga dan anak-anak,
– Peningkatan jumlah penduduk melalui penguatan institusi keluarga,
– Pemberdayaan perempuan seniman untuk menghasilkan karya yang mencerminkan isu perempuan,
– Penyederhanaan proses pernikahan dan mediasi,
– Serta revisi kurikulum pelajar perempuan untuk memperkuat identitas budaya.
Selain itu, ibu dari dua syahid Lebanon, Aida Sorour, berbicara atas nama perempuan di Poros Perlawanan, menyampaikan komitmen mereka terhadap kelanjutan perjuangan dan keyakinan pada kemenangan Perlawanan.
