Loading

Ketik untuk mencari

Suriah

Penculikan Puluhan Perempuan Alawite di Suriah: Indikasi Kekerasan Terorganisasi

POROS PERLAWANAN — Penculikan dilaporkan menjadi praktik yang semakin umum di Suriah. Dalam tiga minggu terakhir, sedikitnya 40 perempuan Alawite dilaporkan diculik dan sebagian di antaranya dibunuh, menurut sumber yang mengetahui perkembangan situasi tersebut.

Mengutip Kayhan pada Selasa 23 Desember, sumber tersebut menyebutkan bahwa para korban berasal dari wilayah pinggiran Jabalah, Homs, dan Banias. Kejahatan ini dinilai sebagai ancaman serius terhadap kondisi kemanusiaan dan hak asasi manusia di Suriah, yang terus memburuk seiring meningkatnya ketidakstabilan keamanan.

Menurut laporan Mehr yang mengutip Al-Ma’alumah, sejumlah perempuan yang berhasil dibebaskan mengaku mengalami kekerasan berat selama masa penculikan. Sumber tersebut juga menyatakan adanya indikasi pencurian bagian tubuh pada sebagian korban lain, yang mengarah pada dugaan keterlibatan jaringan kejahatan terorganisasi yang secara sistematis menargetkan warga sipil.

Fenomena ini tidak dapat dilepaskan dari konteks kekuasaan kelompok bersenjata di berbagai wilayah Suriah. Ketika suatu wilayah jatuh ke tangan kelompok teroris, hukum dan mekanisme pertanggungjawaban kehilangan fungsi, sementara kekerasan berubah menjadi alat administrasi sehari-hari. Dalam kondisi seperti itu, lembaga sipil runtuh, dan batas antara kejahatan luar biasa dan praktik yang dianggap “normal” menjadi kabur.

Pengalaman serupa pernah terjadi di Mosul saat dikuasai ISIS, ketika eksekusi publik, penyitaan harta, dan hukuman sewenang-wenang menjadi bagian dari rutinitas harian. Ruang publik berubah menjadi sarana demonstrasi kekuasaan, sementara pendidikan dan kehidupan sosial diarahkan untuk kepentingan ideologi kekerasan.

Situasi Suriah saat ini menunjukkan pola yang lebih luas. Sejak jatuhnya Damaskus dan naiknya Al-Jolani ke pucuk kekuasaan, laporan mengenai pembunuhan, penjarahan, dan penculikan meningkat tajam.

Dalam konteks ini, kabar tentang penculikan puluhan perempuan, meskipun mengerikan, tragisnya tidak lagi mengejutkan, melainkan menjadi cerminan dari krisis keamanan dan kemanusiaan yang telah terlembaga.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *