Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Negosiator Senior Israel Akui Hamas Masih Mampu Produksi Senjata Baru

Pengakuan Mantan Negosiator Israel: Hamas Masih Mampu Produksi Senjata

POROS PERLAWANAN – Dalam beberapa hari terakhir, Hamas sukses melancarkan sejumlah operasi hybrid yang menewaskan banyak serdadu Zionis. Keberhasilan operasi-operasi ini melenyapkan delusi “lenyapnya Perlawanan dari Gaza.”

Diberitakan Fars, mantan negosiator Israel, Gershon Baskin pada Kamis malam 26 Juni mengakui, jika PM Israel, Benyamin Netanyahu masih melanjutkan caranya, ia tak bakal berhasil membebaskan para tawanan Zionis.

“Orang-orang Israel tak akan lupa bahwa Netanyahu bertanggung jawab atas Operasi 7 Oktober (Badai al-Aqsa). Dia harus segera menghentikan perang,” kata Baskin kepada al-Jazeera.

Baskin adalah salah satu negosiator senior Israel dalam kesepakatan pertukaran tawanan di tahun 2011 silam; kesepakatan yang berujung pada pembebasan serdadu Israel, Gilad Shalit.

“Selama para serdadu kami masih berada di Gaza, mereka akan tetap menjadi target untuk Hamas. Presiden AS, Donald Trump saat ini juga masih mendukung Netanyahu,” lanjut Baskin.

Ia berpendapat, seharusnya PM Israel menghentikan perang di Gaza sebagai bentuk apresiasi atas dukungan-dukungan ini.

“Jika Netanyahu tidak segera menghentikan perang, Trump harus memintanya melakukan hal tersebut. Netanyahu masih ingin melanjutkan perang, sebab dia khawatir akan kehilangan jabatannya,” tandas Baskin.

Sembari menegaskan bahwa intervensi Trump adalah cara tunggal dalam masalah ini, Baskin mengatakan,”Bahkan dalam kondisi saat ini, Hamas masih mampu membuat senjata baru. Sangat kecil kemungkinannya bahwa opini publik bisa meyakinkan Netanyahu untuk mengakhiri perang.”

“Netanyahu masih terus menghindari segala bentuk perundingan konstruktif terkait periode pascaperang di Gaza,” pungkas Baskin.

Tags: