Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Venezuela Ungkap Rencana Oposisi Serang Sinagoge untuk Menjebak Iran

Venezuela Ungkap Rencana Oposisi Serang Sinagoge untuk Menjebak Iran

POROS PERLAWANAN – Dilansir Al Mayadeen, Pemerintah Venezuela baru-baru ini mengungkapkan dugaan rencana kelompok oposisi untuk melakukan serangan terhadap sebuah sinagoge di Caracas, dengan tujuan menuduh Iran terlibat dan merusak hubungan diplomatik Venezuela dengan negara-negara Barat, khususnya Amerika Serikat. Menteri Dalam Negeri Venezuela, Diosdado Cabello mengeklaim bahwa Pemimpin Oposisi, María Corina Machado dan aktivis, Iván Simonovis adalah dalang di balik rencana tersebut, yang juga melibatkan Reza Pahlavi, putra dari Shah Iran yang digulingkan.

Menurut Cabello, serangan ini dirancang untuk mengaitkan Iran dengan tindakan kekerasan di Venezuela dan menyebarkan narasi bahwa negara tersebut berencana menggunakan Venezuela sebagai platform untuk menyerang AS. “Rencana ini berusaha mencoreng reputasi Iran dan Venezuela, serta merusak dialog yang sedang berlangsung antara Washington dan Caracas,” jelas Cabello.

Selain itu, Cabello juga mengungkapkan bahwa pihak oposisi berusaha menggoyahkan posisi damai Venezuela dalam konflik Timur Tengah, yang selama ini konsisten menyerukan gencatan senjata. “Kami selalu mendukung perdamaian, sementara kelompok sayap kanan lebih memilih invasi dan kekerasan,” tambahnya.

Seiring dengan itu, Menteri Luar Negeri Venezuela, Yván Gil menekankan bahwa konflik di Timur Tengah bukanlah perang agama, melainkan agenda geopolitik yang bertujuan menguasai sumber daya alam dan menjaga dominasi militer regional. Dalam pernyataan yang disampaikan pada pawai perdamaian di Caracas, Gil juga menegaskan bahwa Venezuela tetap teguh dalam memperjuangkan kedaulatan negara-negara yang terpinggirkan, dan menyerukan pembentukan KTT Perdamaian Global sebagai wadah untuk melawan imperialisme dan Zionisme.

Presiden Majelis Nasional, Jorge Rodríguez turut mengutuk tindakan Israel di Timur Tengah, yang ia sebut sebagai “ancaman nyata” bagi perdamaian dunia. Rodríguez menyoroti ketidakstabilan yang ditunjukkan oleh Israel dalam merespons serangan, dengan mengatakan bahwa “Iron Dome” mereka mulai menunjukkan kelemahan. Ia juga menegaskan solidaritas Venezuela dengan Palestina dan Iran, serta mengutuk agresi Israel terhadap kedua negara tersebut.

Dengan retorika keras terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat dan Israel, Venezuela terus memosisikan diri sebagai pembela perdamaian dan kedaulatan nasional, seraya tetap berusaha menjaga hubungan internasional yang strategis dengan negara-negara non-Barat.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *