Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Imam Jumat Sunni Khash: Operasi ‘Janji Sejati 3’ dan ‘Bisharat Fath’ Wujud Otoritas Nasional dan Persatuan Iran

POROS PERLAWANAN – Imam salat Jumat Sunni Khash, Provinsi Sistan dan Baluchestan, Maulvi Abdolsattar Hosseinzahi menyatakan bahwa operasi militer Iran “Janji Sejati 3” dan “Bisharat Fath” merupakan simbol otoritas nasional serta persatuan lintas suku dan agama dalam menghadapi ancaman musuh.

Dalam wawancara dengan kantor berita IRNA pada Jumat 27 Juni, Hosseinzahi menegaskan bahwa meskipun Iran selama beberapa tahun terakhir telah menunjukkan itikad baik dalam meredakan ketegangan melalui dialog, Amerika Serikat dan rezim Zionis kembali menunjukkan wajah agresif mereka kepada bangsa Iran dan dunia.

“Agresi baru-baru ini terhadap Tanah Air kita, yang menyebabkan gugurnya sejumlah komandan militer, ilmuwan, serta perempuan dan anak-anak, mencerminkan permusuhan lama Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap umat Islam dan para pencinta kebebasan di seluruh dunia,” ujar Hosseinzahi.

Ia menyampaikan apresiasinya terhadap Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran dan menegaskan bahwa dua operasi militer besar yang dilancarkan Iran merupakan tanggapan yang layak terhadap agresi musuh.

“Operasi ‘Janji Sejati 3’ dan ‘Bisharat Fath’ adalah jawaban tegas terhadap agresor. Dunia kini tahu bahwa Republik Islam Iran akan mempertahankan keamanan dan martabatnya dengan kekuatan dan tekad terhadap ancaman apa pun.”

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa bangsa Iran mampu menggagalkan berbagai konspirasi dengan kekuatan iman, persatuan nasional, dan solidaritas sosial.

“Masyarakat Sunni Iran, sebagaimana elemen masyarakat lainnya, berdiri teguh mendukung sistem pemerintahan, Angkatan Bersenjata, dan setiap tindakan pertahanan sah terhadap agresi asing,” tegasnya.

Molavi Hosseinzahi juga mengkritik standar ganda Amerika Serikat dan Israel.

“Perilaku mereka dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa negara-negara ini tidak tunduk pada norma-norma moral maupun hukum internasional. Kebijakan mereka selalu dilandasi kekerasan, pelanggaran janji, dan upaya menciptakan ketidakstabilan di Kawasan.”

Ia mengingatkan bahwa saat ini, lebih dari sebelumnya, kewaspadaan dan persatuan nasional merupakan keharusan strategis agar rakyat Iran tidak terjebak dalam tipu daya dan janji kosong musuh.

Menutup pernyataannya, Imam Jumat Sunni Khash menegaskan kembali komitmen terhadap cita-cita pembebasan Quds (Yerusalem) dan perlawanan terhadap Israel.

“Membebaskan Quds dan menghancurkan rezim Zionis adalah aspirasi seluruh umat Islam dan para pencinta kebebasan di dunia. Tidak diragukan lagi, melalui keberlanjutan perlawanan, tujuan besar ini akan tercapai.”

Perang 12 hari yang dipicu oleh agresi Zionis ini berakhir dengan kemenangan moral dan strategis bagi Iran, serta memperkuat solidaritas nasional dan kebanggaan rakyat terhadap kekuatan militer negaranya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *