Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Pengakuan Pahit Kepala Pentagon: AS Gagal Lenyapkan Ansharullah Yaman

Dokumen Rahasia Pentagon Bocor, AS Terbukti Mata-matai para Sekutunya

POROS PERLAWANAN – Menteri Pertahanan Amerika Serikat secara terbuka mengakui bahwa serangan udara besar-besaran negaranya terhadap Yaman gagal melenyapkan kelompok Ansharullah.

Menurut laporan Al Jazeera pada Selasa 20 Mei, dalam sebuah wawancara dengan Fox News, Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth menyatakan bahwa kelompok Houthi (Ansharullah) tidak berhasil dihancurkan sepenuhnya. Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat seharusnya tidak menghabiskan seluruh waktu dan sumber dayanya untuk perubahan rezim di Yaman.

“Kita tidak bisa hanya fokus melawan Houthi. Prioritas utama kita seharusnya adalah Iran dan China. Jangan sampai kita menjadi ceroboh,” ujarnya.

Meskipun tidak secara eksplisit menyebut kegagalan serangan udara Amerika di Yaman, Hegseth mengeklaim bahwa “tujuan utama dari serangkaian operasi terbaru kami di Laut Merah adalah untuk memaksa Houthi menyerah”.

Tanpa menyebut insiden pelarian kapal induk USS Truman dari kawasan perairan tersebut dan kepulangannya ke Amerika Serikat, Hegseth tetap mengeklaim bahwa “saat ini, kapal-kapal Amerika dapat melintasi Selat Bab al-Mandeb dengan kebebasan yang lebih besar”.

Ia juga menambahkan bahwa Presiden AS telah bersikap tegas dalam merespons serangan-serangan terhadap kapal Amerika. “Presiden telah memperingatkan bahwa penargetan kapal AS oleh Houthi tidak akan dibiarkan begitu saja,” tegasnya.

Fokus ke Indo-Pasifik dan Persiapan Hadapi China

Dalam bagian lain pernyataannya, Hegseth menyinggung persiapan Militer AS terhadap kemungkinan konfrontasi dengan China. Ia menyebutkan bahwa Pentagon telah berulang kali melakukan simulasi perang melawan Tiongkok dalam upaya untuk tetap berada “selangkah lebih maju dari Beijing”.

Merujuk pada strategi geopolitik jangka panjang Washington, ia menyampaikan bahwa fokus strategis Amerika Serikat kini telah bergeser ke kawasan Asia-Pasifik.

“Amerika Serikat tidak mengabaikan Eropa dan Timur Tengah, tetapi sambil terus memantau kawasan tersebut, kami telah mengarahkan perhatian strategis utama kami ke wilayah Indo-Pasifik,” tuturnya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *