Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Pentagon Akui Belum Bisa Kaitkan Serangan ke Ayn al-Asad ke Pihak Mana pun

Pentagon Akui Belum Bisa Kaitkan Serangan ke Ayn al-Asad ke Pihak Mana pun

POROS PERLAWANAN – Dilansir Fars, Kemenhan AS (Pentagon) dalam statemennya Rabu 3 Maret malam menyatakan, pihaknya tidak mampu menghubungkan serangan ke pangkalan Ayn al-Asad kepada kelompok mana pun.

“Kami bisa mengonfirmasi bahwa pangkalan udara Ayn al-Asad telah menjadi target serangan pada Rabu pagi ini”, demikian disebutkan dalam statemen Pentagon.

“Bukti-bukti awal menunjukkan bahwa kurang lebih 10 roket telah ditembakkan dari sebuah titik di timur pangkalan ini”.

Pentagon menyatakan, saat ini belum ada laporan korban luka dari kalangan militer AS. Seorang kontraktor AS dikabarkan mengalami serangan jantung saat berlindung dan meninggal beberapa saat kemudian.

“Aparat Keamanan Irak berada di TKP dan tengah melakukan penyelidikan. Sementara ini, kami tidak bisa menuding pihak tertentu sebagai penanggung jawab serangan. Kami juga belum memiliki gambaran lengkap soal besarnya kerusakan yang ditimbulkan”, imbuh Pentagon.

Statemen itu menyebutkan, Menhan AS Llyod Austin telah dikabari dan memantau situasi dari dekat.

Jubir Gedung Putih, Jennifer Psaki mengatakan AS masih mengkaji dampak serangan tersebut.

Saat ditanya kemungkinan AS melancarkan lebih banyak serangan untuk menanggapi serangan terbaru ini, Psaki menjawab, ”Jika kami mengevaluasi bahwa balasan lebih diperlukan, kami akan melakukannya. Cara dan waktunya juga ditentukan kami sendiri.”

Psaki mengaku, AS tidak akan mengambil tindakan terburu-buru akibat informasi yang salah, karena bisa meningkatkan ketegangan.

Jubir Koalisi Internasional, Wayne Marotto beberapa jam lalu telah menyampaikan sejumlah detail dari serangan roket ke pangkalan yang terletak di Provinsi al-Anbar tersebut.

Melalui akun Twitter, Marotto mengabarkan bahwa serangan dengan 10 roket Katyusha itu terjadi pada pukul 07.20 waktu setempat.

Pangkalan Ayn al-Asad di al-Anbar dan pangkalan Harir di utara Arbil adalah dua pangkalan utama AS di Irak.

Berdasarkan keputusan Parlemen Irak tahun lalu soal pengusiran tentara asing dari negara tersebut, keberadaan Tentara AS, termasuk di Ayn al-Asad, adalah tindakan ilegal.

Tags: