Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Wasekjen Hizbullah: AS dan Israel Tahu Pasti, Hizbullah akan Balas Tiap Agresi

Wasekjen Hizbullah: AS dan Israel Tahu Pasti, Hizbullah akan Balas Tiap Agresi

POROS PERLAWANAN – Dilansir Fars, Wasekjen Hizbullah, Syekh Naim Qasim menegaskan bahwa AS dan Israel tidak bernyali untuk menyerang Hizbullah, sebab mereka tahu bahwa keputusan tegas kelompok ini untuk membalas tiap agresi tidak akan berubah.

Menurut Syekh Qasim, kendati Hizbullah berniat untuk mempertahankan status defensif, namun jika Israel menyerang, “Kami akan mengubah siang mereka menjadi malam kelam,” tandasnya.

“Israel harus tahu bahwa panggung tidak terbuka untuknya. Saat ini, pertempuran akan terjadi di dalam Rezim Zionis. Jika Israel menyeret kami untuk bertempur, kami siap memberinya pelajaran yang tak akan ia lupakan,” lanjut Syekh Qasim.

Ia berpendapat, mustahil AS dan Rezim Zionis melancarkan serangan kepada Hizbullah saat ini. Mereka, kata Syekh Qasim, tahu bahwa Hizbullah akan membalas setiap agresi.

“Menteri Perang Israel, Benny Gantz melakukan psy war demi menenangkan publik Israel terkait perang. Namun Hizbullah secara jelas menyatakan tak akan menyulut perang,” tandasnya.

“Ketika AS atau Israel menyerang saudara kami di Suriah, kami membalas serangan itu. Bahkan jika terjadi perundingan antara Iran dan AS soal program nuklir, keputusan untuk membalas tidak akan berubah.”

“Hubungan kami dengan AS sudah terputus. Tak ada beda bagi kami apakah yang berkuasa di AS adalah Trump atau Biden.”

Wasekjen Hizbullah menilai, salah satu problem utama Lebanon adalah tekanan-tekanan Washington melalui pemberlakuan sanksi dan pemaksaan sejumlah syarat atas Beirut.

“Satu setengah juta pengungsi Suriah bisa kembali ke negara mereka. Namun dihalangi oleh PBB, Uni Eropa, dan AS,” kata Syekh Qasim.

Terkait krisis Yaman, Syekh Qasim mengabarkan bahwa Eropa telah menghubungi Iran untuk membantu mengatasi krisis Yaman.

Menanggapi sikap AS terhadap Saudi, Syekh Qasim berkata, ”Cara Biden dalam merendahkan Saudi berbeda dengan cara Trump. Namun mereka berdua sama-sama meyakini bahwa Saudi harus terus ditekan oleh AS.”

Tags:

1 Komentar

  1. oxvow.com Maret 23, 2021

    finest post

    Balas

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *