Loading

Ketik untuk mencari

Suriah

Peran dan Motif Erdogan Terlibat Rencana Jahat AS-Israel dan Rezim Tiran Arab Kacaukan Suriah

POROS PERLAWANAN – Meskipun Menteri Luar Negeri Turki telah menyatakan bahwa negaranya tidak terlibat dalam operasi teroris bersenjata di Aleppo, tetapi motivasi Ankara membuat klaim ini sulit dipercaya.

Menurut laporan Tasnim News Agency pada Minggu dini hari, 01 Desember perkembangan di Aleppo beberapa hari terakhir berlangsung begitu cepat hingga muncul pertanyaan: bagaimana sebuah wilayah strategis Aleppo, yang memerlukan perjuangan panjang selama empat tahun untuk dibebaskan pada 2016, kini kembali dikuasai oleh kelompok teroris hanya dalam waktu kurang dari empat hari. Peristiwa ini memunculkan pertanyaan besar tentang dinamika kekuatan di kawasan dan kemungkinan keterlibatan pihak luar, termasuk Turki, yang memiliki kepentingan strategis di Suriah.

Dalam konflik ini, yang diperkirakan akan meluas ke kota-kota lain, keterlibatan pemerintah Turki terlihat sangat jelas. Presiden Recep Tayyip Erdogan memiliki berbagai motif untuk memainkan peran aktif di Suriah, yang dapat dirangkum sebagai berikut:

1. Beban Ekonomi dari Dukungan kepada Teroris

Saat ini, sekitar 200.000 teroris berada di Idlib dan sekitarnya, didukung oleh Turki dengan suplai senjata dan dana. Dukungan ini memberi tekanan ekonomi yang besar pada Turki. Jika teroris berhasil, Erdogan akan meraih keuntungan strategis di kawasan. Namun, jika mereka dihancurkan oleh pemerintah Suriah dan sekutunya, Turki akan terbebas dari beban ekonomi ini, sesuatu yang tetap menguntungkan bagi Ankara. Erdogan tampaknya melihat situasi ini sebagai permainan “menang-menang”.

2. Pendekatan Baru ke Suriah

Erdogan telah beberapa kali meminta pertemuan dengan Bashar al-Assad untuk menormalisasi hubungan, sejalan dengan kebijakan Turki yang mengedepankan “nol konflik” dengan negara-negara tetangganya. Namun, Assad mensyaratkan penarikan militer Turki dari utara Suriah dan penghentian dukungan terhadap teroris sebagai prasyarat. Dengan memperkuat peran Turki di utara Suriah, Erdogan berharap bisa bernegosiasi dari posisi yang lebih kuat.

3. Hubungan dengan Israel

Erdogan sebelumnya menyatakan tidak akan menjalin hubungan dengan Israel selama konflik di Gaza berlangsung. Namun, setelah potensi gencatan senjata di Gaza, Ankara bisa kembali menjalin hubungan dengan Tel Aviv. Turki memiliki kartu penting untuk ditawarkan: memutus jalur pasokan senjata ke Hizbullah, yang akan menguntungkan Israel. Erdogan dapat memanfaatkan ini sebagai alat tawar-menawar yang bernilai tinggi.

4. Kembalinya Trump ke Gedung Putih

Jika Donald Trump kembali berkuasa, Erdogan berharap dapat memainkan peran penting di kawasan, seperti yang pernah dilakukan pada masa pemerintahan George W. Bush. Erdogan juga ingin menyingkirkan pengaruh Kurdi sebagai prioritas AS di wilayah tersebut dengan meningkatkan kekuatannya di Irak dan Suriah, menggantikan posisi Kurdi.

5. Upaya Memutus Hubungan Suriah-Iran

AS, Israel, dan beberapa negara Arab telah lama berupaya mengurangi pengaruh Iran di Suriah. Operasi terbaru di Aleppo merupakan bagian dari upaya ini. Turki, sebagai rival regional Iran, secara tidak langsung berkontribusi pada tujuan ini, menguntungkan beberapa pihak sekaligus.

6. Peran Qatar

Qatar, yang sejak awal memiliki pengaruh besar dalam konflik Suriah, kini berpeluang kembali aktif jika Assad tersingkir. Sebagai sekutu ideologis Turki, Qatar dapat bergabung dengan Ankara dalam rekonstruksi Suriah, menggunakan kekayaan minyaknya untuk memperkuat posisi politiknya di kawasan.

7. Hubungan dengan Rusia

Dalam konteks perang Ukraina, Rusia membutuhkan dukungan Turki untuk mengatasi sanksi Barat. Erdogan, yang memiliki hubungan baik dengan Presiden Vladimir Putin, memanfaatkan situasi ini untuk memperkuat posisinya, baik di Suriah maupun dalam hubungan bilateral dengan Rusia.

8. Ancaman terhadap Kurdi

Pendudukan Aleppo oleh teroris menciptakan tekanan serius terhadap Kurdi di wilayah Tel Rifaat. Setelah operasi di Aleppo, Turki mungkin melancarkan serangan militer baru untuk “membersihkan” wilayah utara-barat Suriah dari Kurdi, sesuai dengan ambisi Erdogan untuk membentuk “sabuk keamanan” dari Mediterania hingga perbatasan Iran.

Kondisi di atas menunjukkan bahwa Erdogan memiliki banyak alasan untuk mendukung operasi teroris Takfiri di Aleppo. Meski demikian, hal yang tidak bisa diabaikan adalah, bahwa Turki hanyalah bagian dari rencana jahat yang lebih besar, di mana peran Amerika Serikat, Israel dan beberapa negara Arab lainnya sangat signifikan.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *