Perbedaan Pendapat di Puncak Militer Israel Meningkat, Netanyahu Turun Tangan
POROS PERLAWANAN – Perselisihan terbuka antara Kepala Staf Angkatan Darat Israel, Eyal Zamir dan Menteri Pertahanan, Yisrael Katz memaksa Perdana Menteri Benyamin Netanyahu menggelar pertemuan mendesak untuk meredakan ketegangan internal tersebut.
Menurut Kantor Berita Mehr, mengutip Al Jazeera, pada Selasa 25 November, media Israel melaporkan terjadinya konflik keras antara Zamir dan Katz terkait penangguhan pengangkatan sejumlah pejabat baru di tubuh Angkatan Darat.
Zamir bereaksi keras atas keputusan Katz yang menunda penunjukan komandan baru. Ia menyebut langkah itu “aneh” dan memperingatkan bahwa kebijakan tersebut berpotensi membahayakan kemampuan operasional Angkatan Darat.
Sementara itu, media Israel mengeklaim bahwa Katz sedang mendorong perubahan struktur komando militer untuk meningkatkan kinerja keseluruhan pasukan.
Jaringan Rossiya El-Youm melaporkan bahwa Zamir mengeluarkan pernyataan resmi menanggapi langkah Menteri Pertahanan tersebut. Kantor Kepala Staf IDF menyebut bahwa Zamir baru mengetahui keputusan Katz melalui laporan media pada pagi hari, termasuk terkait tim investigasi internal.
Dalam pernyataannya, Zamir menegaskan bahwa laporan Komite Torgman—yang disiapkan selama tujuh bulan—dirancang sebagai alat evaluasi internal bagi IDF, bukan sebagai instrumen politik. Ia menyatakan terkejut atas upaya meragukan laporan itu, padahal telah disampaikan secara pribadi kepada Menteri Pertahanan.
Zamir menambahkan bahwa IDF merupakan satu-satunya institusi di Israel yang melakukan penyelidikan mendalam atas kesalahannya sendiri dan bersedia memikul tanggung jawab atasnya.
Menanggapi penangguhan proses pengangkatan komandan baru selama 30 hari, Zamir memperingatkan bahwa penundaan tersebut “dapat sangat merugikan kemampuan dan kesiapan militer” menghadapi tantangan mendatang. Ia menegaskan rapat penunjukan akan tetap berjalan sesuai rencana dan keputusan akan dibawa kembali kepada Menteri Pertahanan untuk disahkan.
Dalam kesempatan terpisah, Zamir juga mengeklaim bahwa Militer Israel telah menargetkan Kepala Staf Hizbullah dalam operasi dua hari terakhir, serta menewaskan puluhan anggota kelompok bersenjata di Gaza.
Ketegangan antara dua pejabat tinggi ini mendorong Netanyahu memerintahkan pertemuan khusus yang mempertemukan Katz dan Zamir untuk menyelesaikan perselisihan yang semakin terbuka tersebut.
