Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Peralatan Militer Baru AS Tiba di Suriah

POROS PERLAWANAN – Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia melaporkan kedatangan gelombang baru peralatan militer Amerika Serikat di bagian barat laut Suriah.

Menurut Al-Masirah TV, pada Selasa 25 November, perlengkapan militer itu diangkut melalui pesawat kargo AS yang mendarat di Bandara Kharab al-Jir, di pinggiran Rmailan, wilayah Hasakah. Laporan tersebut menyebutkan bahwa pengiriman ini berlangsung di tengah arus masuk berkelanjutan peralatan militer AS ke wilayah Suriah.

Langkah baru ini terjadi beberapa hari setelah pasukan Amerika menjadi bagian dari koalisi internasional yang menarik 20 kendaraan militer, termasuk kendaraan lapis baja Bradley, dari pangkalan mereka di daerah Shaddadi, Hasakah selatan, pada Sabtu lalu. Konvoi itu kemudian melintasi perbatasan Al-Waleed menuju pangkalan koalisi di Wilayah Kurdistan Irak.

Pengiriman dan pergerakan pasukan itu berlangsung beberapa bulan setelah penarikan besar-besaran pada 23 April 2025, ketika sekitar 150 kendaraan militer ditarik dari pangkalan Al-Shaddadi di selatan Hasakah, ladang gas Koniko di utara Deir Ezzor, serta ladang minyak Al-Omar di timur Deir Ezzor, kemudian dipindahkan ke pangkalan koalisi di Kurdistan Irak.

Perkembangan ini beriringan dengan laporan media AS mengenai perubahan signifikan dalam pola pengerahan pasukan Amerika di wilayah Suriah. The New York Times melaporkan pada 17 April, mengutip dua pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, bahwa Militer AS telah mulai menutup tiga pangkalan kecil di timur laut Suriah. Langkah tersebut dipandang sebagai bagian dari peninjauan ulang kehadiran Militer Washington di negara itu.

Menurut laporan yang sama, AS telah memulai proses penarikan ratusan personel militernya dari Suriah, sebuah keputusan yang dikaitkan dengan perubahan situasi keamanan setelah jatuhnya Pemerintahan Bashar al-Assad pada Desember 2024.

Rencana penarikan itu mencakup penutupan pangkalan dukungan misi Al-Qariyah al-Khadhra di ladang gas Koniko, pangkalan Al-Furat di ladang minyak Al-Omar, serta satu fasilitas kecil lainnya yang belum disebutkan namanya. Perkiraan The New York Times menyebut bahwa penutupan ini akan mengurangi jumlah pasukan AS di Suriah dari sekitar 2.000 menjadi sekitar 1.400 personel, bagian dari penyesuaian kehadiran Militer Amerika dengan kondisi keamanan terbaru di Kawasan.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *