Membongkar Perangkap Maut Amerika dan Israel di Gaza
POROS PERLAWANAN – Lembaga yang menyebut dirinya “Yayasan Kemanusiaan Gaza (Gaza Humanitarian Foundation/GHF)”, sebuah pusat bantuan yang didukung Amerika Serikat dan Israel dan banyak dikritik sebagai “perangkap mematikan”, resmi mengakhiri aktivitasnya di Jalur Gaza.
Menurut Kantor Berita Mehr, mengutip harian regional Rai al-Youm, pada Selasa 25 November, Agence France-Presse melaporkan bahwa lembaga tersebut mengumumkan penghentian operasinya pada Senin. Dalam pernyataannya, organisasi itu menyatakan telah “menyelesaikan misi daruratnya di Gaza”.
Yayasan itu mengeklaim telah mendistribusikan lebih dari 187 juta porsi makanan kepada warga sipil Gaza selama bertugas. Pernyataan mereka menambahkan bahwa penyaluran bantuan dilakukan “dengan aman, tanpa jatuh ke tangan Hamas atau kelompok lain”. Klaim yang jauh menyimpang dari fakta di lapangan.
Lembaga ini dibentuk pada Mei lalu, setelah Israel memperketat pembatasan terhadap aktivitas organisasi internasional di wilayah tersebut. NGO tersebut diberi mandat untuk menyalurkan bantuan pangan bagi warga Gaza. Namun, berbagai Badan PBB dan organisasi kemanusiaan justru mengkritik keras metode dan dampak operasinya.
Menurut Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, ratusan warga Palestina ditembak dan dibunuh oleh pasukan Israel ketika berupaya mendapatkan bantuan di titik distribusi yayasan tersebut. Banyak lainnya dilaporkan terluka dalam insiden serupa. Sejumlah pelapor khusus PBB pada Agustus lalu juga menyerukan pembubaran lembaga itu secara total.
Setelah pengumuman penghentian operasi yayasan tersebut, Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) menyambut langkah itu. Dalam pernyataannya, Hamas menyebut lembaga tersebut “tidak manusiawi” dan menyatakan bahwa penghentian kegiatannya merupakan keputusan yang benar.
Hamas menyatakan bahwa yayasan itu runtuh akibat “keruntuhan moral”, menyebutnya sebagai bagian dari rencana “rekayasa kelaparan dan kemitraan dengan Pendudukan Israel” dalam konteks perang dan blokade yang masih berlangsung.
