Loading

Ketik untuk mencari

Amerika Palestina

Permainan Tipu Daya Baru Tel Aviv Soal Jasad Tahanan Israel

Netanyahu Mulai Cari-cari Dalih untuk Ulangi Kejahatannya di Gaza

POROS PERLAWANAN – Redaktur senior Rai al-Youm, Abdul Bari Atwan menilai bahwa kontroversi internal Kabinet Netanyahu terkait keterlambatan penerimaan jenazah tahanan Israel bukan hanya isu kemanusiaan, melainkan bagian dari rekayasa politik untuk melanggar perjanjian gencatan senjata. Ia memperingatkan bahwa Amerika Serikat dan Israel tengah mempertimbangkan opsi melanjutkan perang, memanfaatkan sikap diam para rezim kompromis Arab.

Menurut laporan Tasnim News Agency pada Sabtu 18 Oktober, Atwan selaku Editor Rai al-Youm sekaligus analis politik Palestina terkemuka, dalam editorial terbarunya menyoroti perkembangan seputar gencatan senjata Gaza dan ancaman AS–Israel untuk kembali melancarkan serangan. Ia menulis: “Sulit memahami alasan di balik kontroversi Kabinet Zionis mengenai keterlambatan penerimaan jenazah beberapa tahanan mereka yang masih berada di bawah reruntuhan. Mengapa mereka tampak begitu tergesa menuntut jasad para tahanan, sementara di saat yang sama justru mengancam akan menghentikan bantuan kemanusiaan dan melanjutkan perang genosida di Gaza? Apa sebenarnya kerugian yang ditimbulkan oleh penundaan ini bagi Israel?”

Atwan menegaskan bahwa Perdana Menteri Benyamin Netanyahu sedang berupaya menciptakan dalih baru untuk mengakhiri gencatan senjata.

“Netanyahu menyelamatkan citra politiknya melalui kebohongan besar bernama ‘rencana Trump’. Kini, di tengah kebisuan memalukan Pemerintahan AS, para mediator dan rezim Arab kompromis, yang mengirim pemimpin mereka ke konferensi tak bermartabat di Sharm el-Sheikh, justru sibuk mencari alasan untuk kembali membenarkan genosida, pembersihan etnis, dan kelaparan di Gaza”.

 

Netanyahu: “Perang Belum Berakhir”

Dalam pernyataannya baru-baru ini, Netanyahu secara terang-terangan mengaku berniat melanjutkan agresi militer terhadap Gaza. Ia berkata: “Perang belum berakhir bagi Israel. Siapa pun yang melawan kami akan membayar harga mahal, sebab Israel berada di garis depan pertarungan antara barbarisme dan peradaban.”

Menanggapi pernyataan itu, Atwan menulis dengan nada getir: “Astaga! Netanyahu, yang telah membantai 70.000 warga sipil tak berdosa, separuhnya anak-anak dan bayi, melukai lebih dari 250.000 orang, menghancurkan 95 persen bangunan di Jalur Gaza, menebar kelaparan dan pengungsian terhadap dua juta jiwa, kini berani berbicara atas nama peradaban?”

 

Dalih Soal Jenazah, Jalan Menuju Pelanggaran Gencatan Senjata

Lebih lanjut, Atwan menilai bahwa Israel kini menjadikan keterlambatan penyerahan jenazah tahanan sebagai alat untuk menggugurkan kesepakatan damai tahap kedua.

“Jumlah jenazah yang dimaksud bahkan tak lebih dari jari satu tangan. Proses evakuasinya pun sulit dilakukan mengingat kehancuran total akibat agresi Israel dan keterbatasan peralatan di Gaza. Jelas bahwa ini hanyalah upaya Tel Aviv untuk menghindari implementasi gencatan senjata dan mencari alasan untuk memulai kembali perang genosida”.

 

Trump dan Ancaman Baru terhadap Gaza

Atwan juga menyoroti pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang menurutnya mendorong retorika agresif baru di Kawasan.

“Trump, yang menerima tepuk tangan meriah di KTT Sharm el-Sheikh, sempat mengancam bahwa jika Hamas tidak menyerahkan senjatanya, ia akan mengerahkan pasukan untuk memaksanya. Lebih jauh, Trump memperingatkan bahwa bila Hamas gagal menyerahkan tahanan Israel dalam waktu 72 jam, maka Israel akan diberi lampu hijau untuk melanjutkan perang”.

Menurut Atwan, ancaman itu menjadi bukti bahwa Washington dan Tel Aviv tetap bersekutu dalam politik kekerasan, sementara dunia Arab sibuk berpose dalam konferensi tanpa makna.

 

Akhir yang Menohok

Editorial Atwan ditutup dengan kritik tajam terhadap para pemimpin Arab yang memilih bungkam: “Tak ada gunanya lagi meminta para pemimpin dan jenderal Arab yang dada mereka penuh medali tapi kosong dari keberanian, untuk menghentikan penghinaan ini. Pada akhirnya, Allah Swt berpihak pada Perlawanan; Perlawanan yang berjuang dengan iman, menumpahkan darah, dan mengorbankan nyawa demi kehormatan dan kebebasan”.

Tulisan Atwan menyingkap permainan baru Tel Aviv di balik kontroversi “jasad tahanan”, yang sejatinya merupakan strategi politik untuk merusak gencatan senjata dan memperpanjang penderitaan Gaza.

Dengan dalih kemanusiaan, Israel berupaya membenarkan kelanjutan perang, sementara dunia Arab dan Barat terjebak dalam kemunafikan diplomatik yang semakin telanjang.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *