Permintaan Netanyahu kepada Trump: Kesepakatan dengan Iran Harus Seperti dengan Libya
POROS PERLAWANAN – Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu pada Senin malam 7 April menyampaikan kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump bahwa kesepakatan dengan Iran akan menjadi langkah positif jika dilakukan dengan pendekatan seperti kesepakatan yang pernah dilakukan terhadap Libya.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Putih itu Netanyahu menyatakan: “Kami berdua sepakat bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Apa pun yang terjadi, kita harus memastikan hal itu tidak terjadi.”
Menariknya, meski Israel sendiri diketahui memiliki lebih dari 400 hulu ledak nuklir, Netanyahu menegaskan: “Jika kesepakatan itu bisa dicapai melalui jalur diplomasi secara menyeluruh—seperti yang dilakukan di Libya—saya kira itu akan menjadi hal yang baik.”
Pernyataan tersebut merujuk pada proses pelucutan nuklir Libya pada awal 2000-an, yang belakangan menjadi kontroversial setelah negara itu mengalami intervensi militer dan kejatuhan rezim Muammar Gaddafi.
Mengutip laporan kantor berita Reuters, Netanyahu dalam bagian lain pertemuan tersebut juga meminta Pemerintahan Trump untuk menghentikan penjualan jet tempur F-35 ke Turki, dengan alasan kekhawatiran atas sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia yang dibeli Ankara.
Selain isu pertahanan, Netanyahu juga menyampaikan komitmennya untuk menghapus hambatan perdagangan antara Israel dan AS, menekan defisit neraca dagang, serta memperkenalkan Tel Aviv sebagai model kemitraan ekonomi strategis dengan Washington.
