Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Pertama Kali dalam Sejarah Israel: Seorang Perdana Menteri Hadir di Pengadilan Sebagai Terdakwa

Pertama Kali dalam Sejarah Israel: PM Netanyahu Hadir di Pengadilan Sebagai Terdakwa

POROS PERLAWANAN – Dilansir Fars, media-media Ibrani melaporkan bahwa Benyamin Netanyahu pada hari Selasa 10 Desember ini hadir di pengadilan untuk bersaksi terkait dakwaan pengkhianatan kepercayaan, penyalahgunaan kredibilitas, penipuan, dan korupsi.

Menurut laporan Walla, untuk kali pertama dalam sejarah Rezim Zionis, seorang Perdana Menteri hadir sebagai terdakwa di Pengadilan Pusat Tel Aviv terkait kasus-kasus yang menjeratnya.

Sidang di pengadilan ini akan dilakukan di tengah pengamanan yang ketat.

Netanyahu akan bersaksi di pengadilan hari ini tentang File 4000.

Sebelum ini, jajak pendapat yang diadakan harian Maariv di Israel menunjukkan, 56 persen warga Israel menghendaki agar pengadilan atas Netanyahu tidak ditunda.

Jaksa Umum Israel juga menolak permintaan Netanyahu untuk mengurangi waktu kesaksian dalam kasus-kasus korupsinya.

Baru-baru ini, Badan Radio dan Televisi Israel melaporkan, media-media Zionis mengajukan permohonan kepada Pengadilan Pusat di Yerusalem (Quds). Mereka memohon diberi izin untuk menyiarkan kesaksian Netanyahu dalam kasus korupsi secara langsung.

Dalam File 1000, Netanyahu menghadapi berbagai tuduhan. Di antaranya adalah dia dan istrinyai menerima gratifikasi dari orang-orang kaya.

Dalam File 2000, Netanyahu diinterogasi terkait negosiasi dengan sebuah media raksasa penentang Pemerintah terkait publikasi konten-konten yang mendukungnya.

Dalam File 3000, PM Israel dituduh membeli kapal-kapal selam dan kapal-kapal perang dari Jerman secara tidak sah.

Sementara dalam File 4000, Netanyahu diduga mendapat pencitraan positif media untuk dirinya dan istrinya, sebagai imbalan untuk hak-hak istimewa yang diberikannya kepada perusahaan komunikasi Bezeq Telecom dan situs online Walla.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *