Pesan Perlawanan Palestina Pascaledakan Tel Aviv: Dendam Syuhada Takkan Terlupakan
POROS PERLAWANAN – Usai terjadinya rangkaian ledakan di selatan Tel Aviv pada Kamis malam 20 Februari, Perlawanan Palestina di Tepi Barat merilis sebuah statemen singkat.
Dalam statemen tersebut, Brigade al-Qassam di Tulkarem memperingatkan, pembalasan dendam syuhada tak akan terlupakan selama Rezim Zionis masih bercokol di Palestina.
Diberitakan al-Alam, melalui statemen tersebut, selain merespons sejumlah kejadian terbaru, Perlawanan Palestina menegaskan bahwa operasi balas dendam dalam rangka membela hak rakyat Palestina dan membalas kejahatan Israel akan terus berlanjut.
“Kami setia kepada darah syuhada. Kami akan ingat untuk membalaskan dendam mereka hingga berakhirnya kehadiran Rezim Pendudukan di negeri kami,” demikian ditegaskan Brigade al-Qassam di Tulkarem.
Dalam beberapa hari terakhir, kawasan utara Tepi Barat menjadi saksi serangan-serangan besar Rezim Zionis. Akibat serangan-serangan itu, 3 warga Palestina di kamp pengungsi al-Fariah dekat Tubas gugur, sementara 17 lainnya terluka. Tiga warga Palestina itu syahid karena kendaraan mereka diberondong tembakan peluru.
Media-media memberitakan, Rezim Zionis terus melanjutkan operasi militernya di kawasan Tulkarem, terutama di kamp pengungsi Nur Shams di barat daya kota tersebut.
Tujuan operasi tersebut adalah mencegah perlawanan Palestina berubah dari perlawanan sepihak atau individual menjadi perlawanan terorganisasi.
Di sisi lain, Otoritas Palestina (PNA) juga mendapatkan beberapa pukulan besar. PNA, yang sebelum ini memperoleh bantuan dari AS dan negara-negara sekutunya, kini harus berhadapan dengan keputusan baru Presiden Donald Trump.
Pada Rabu lalu, Trump meneken perintah untuk menghentikan seluruh bantuan finansial kepada Badan-badan Keamanan PNA. Keputusan ini dianggap sebagai salah satu kejutan terbesar.
Jurnalis al-Alam mengingatkan, serangan dan keputusan-keputusan politis ini tidak sekadar memperkeruh situasi keamanan Kawasan, tapi juga meningkatkan tekanan terhadap rakyat Palestina.
