Pesawat Tempur Saudi Gempur Al-Ghayda di Yaman Timur
POROS PERLAWANAN — Pesawat tempur Arab Saudi dilaporkan melancarkan serangan udara ke sejumlah titik di Yaman timur, termasuk wilayah yang dikuasai pasukan berafiliasi dengan Uni Emirat Arab (UEA). Serangan tersebut menargetkan Kota Al-Ghayda di Provinsi Al-Mahra.
Menurut laporan IRNA yang mengutip Al-Mayadeen pada Minggu malam 4 Januari, media yang berafiliasi dengan Dewan Transisi Selatan Yaman melaporkan tiga kali serangan udara Saudi terhadap Al-Ghayda serta markas militer di wilayah tersebut.
Sejumlah media Yaman menyebutkan bunyi ledakan beruntun terdengar di sekitar kota dan wilayah sekitarnya, memicu kepanikan di kalangan warga sipil.
Serangan ini terjadi di tengah pengumuman para pemimpin Provinsi Al-Mahra yang menyatakan kesediaan menerima undangan Arab Saudi untuk berdialog serta menyerahkan lembaga-lembaga pemerintahan provinsi kepada pasukan “Perisai Tanah Air” yang berafiliasi dengan Riyadh.
Al-Mayadeen juga melaporkan, mengutip sumber militer di Dewan Kepresidenan Yaman yang berafiliasi dengan Arab Saudi, penerapan langkah-langkah keamanan tambahan serta penangguhan sementara lalu lintas di jalan internasional yang menghubungkan Provinsi Marib dan Hadramaut. Langkah ini disebut bertujuan mencegah upaya penciptaan ketidakamanan dan kekacauan.
Sementara itu, Kantor Berita Yaman melaporkan Kepala Dewan Kepresidenan Yaman, Rashad al-Alimi memerintahkan penerapan pengamanan ketat guna melindungi lembaga Pemerintah dan fasilitas umum di Hadramaut. Al-Alimi juga menyerukan kepada Dewan Transisi Selatan agar berkomitmen pada dialog dan menghentikan langkah-langkah sepihak di sejumlah provinsi.
Sehari sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyambut permintaan Al-Alimi untuk menggelar konferensi penyelesaian krisis Yaman selatan di Riyadh. Riyadh mengundang seluruh faksi di Yaman selatan untuk berpartisipasi dalam forum tersebut guna mencari solusi yang dinilai adil dan merespons tuntutan penduduk setempat.
Di sisi lain, Dewan Transisi Selatan Yaman dalam pernyataan pada Sabtu pagi menyebut serangan udara Saudi di Yaman timur berlangsung bersamaan dengan serangan darat oleh pasukan utara yang berafiliasi dengan Ikhwanul Muslimin. Dewan tersebut menilai operasi militer itu sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional dan menegaskan hak mereka untuk membela diri.
