Pezeshkian: Iran Tidak Akan Pernah Membiarkan Pelanggaran Privasi dan Keamanannya Tanpa Balasan
POROS PERLAWANAN – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa Republik Islam Iran tidak akan membiarkan privasi dan keamanannya dilanggar tanpa tindakan balasan yang tegas. Pezeshkian mengingatkan para petinggi Israel bahwa konsekuensi serius menanti jika mereka melakukan kesalahan terhadap Iran. Namun, ia membuka peluang untuk meredakan ketegangan jika Israel mau menghentikan tindakan agresifnya, termasuk gencatan senjata dan mengakhiri kekerasan terhadap rakyat tertindas di wilayah tersebut.
Dikutip dari Tasnimnews, dalam pertemuan dengan Dewan Pemerintahan yang bertepatan dengan peringatan Hari Nasional Melawan Arogansi Global (13 Aban), pada Minggu 3 November, Pezeshkian menyampaikan pandangannya tentang nilai-nilai fundamental Revolusi Islam yang mencakup perjuangan melawan tirani, pencarian keadilan, dan semangat altruisme.
“Kami tidak pernah memulai perang, dan tidak pernah menyarankan negara mana pun untuk berperang. Justru Amerika yang kerap memicu konflik, termasuk di Kawasan ini, dengan dukungan terhadap rezim Zionis,” ujarnya.
Pezeshkian juga menyoroti peran destruktif Israel yang dituding terus memprovokasi perang, termasuk serangan terhadap Syahid Ismail Haniyeh yang memicu eskalasi pada hari pertama serangan rezim Israel. Ia menyesalkan kejahatan yang meningkat, terutama di Gaza dan Lebanon, meskipun Iran telah menunjukkan untuk menahan diri dengan harapan adanya gencatan senjata yang adil.
Presiden Iran juga mengecam pendekatan hipokrit Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa yang terus mendukung rezim Zionis, meski mereka secara terbuka menyerukan perdamaian. “Jika mereka sungguh menginginkan perdamaian, mengapa mereka memveto resolusi gencatan senjata?” tanyanya retoris.
Ditegaskannya, Iran berkomitmen terhadap perdamaian dan stabilitas regional, namun memperingatkan upaya agresif Israel, didukung oleh Amerika dan sekutu Barat, akan memicu respons tegas dari Tehran.
Pezeshkian mengingatkan, “Para petinggi rezim Zionis tahu konsekuensinya jika mereka berbuat kesalahan terhadap kami.”
Menyinggung pelanggaran hak asasi manusia oleh Israel di Gaza dan Lebanon, Pezeshkian menyebut tindakan membunuh perempuan dan anak-anak sebagai kejahatan kemanusiaan yang tak dapat diterima.
“Iran tidak pernah menjatuhkan bom di negara lain, dan tidak pernah merampas kebutuhan dasar seperti makanan dan obat-obatan,” tegasnya, sembari menambahkan bahwa tuduhan palsu terhadap Iran tidak akan membuat bangsa yang merdeka tunduk pada tekanan.
