Protes Anti Genosida di Haifa Dibubarkan Paksa, 15 Aktivis Palestina Ditangkap
POROS PERLAWANAN – Sebuah demonstrasi damai di kota Haifa, Palestina Pendudukan, yang mengecam genosida dan kelaparan sistematis di Jalur Gaza, dibubarkan secara brutal oleh aparat keamanan Israel. Sedikitnya 15 aktivis Palestina ditangkap, termasuk sejumlah perempuan yang dilaporkan mengalami kekerasan fisik.
Menurut laporan Kantor Berita Tasnim, yang mengutip Pusat Informasi Palestina, aparat kepolisian Israel menyerang para demonstran pada Kamis malam 24 Juli, dalam aksi bertajuk “Gaza Sekarat karena Kelaparan”.
Foto-foto yang beredar menunjukkan polisi Israel secara agresif menghadapi para demonstran, terutama perempuan, yang membawa plakat bertuliskan seruan untuk menghentikan perang, mengakhiri genosida, dan membuka akses bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Para aktivis yang hadir menuntut diakhirinya pengepungan total terhadap Gaza yang telah menyebabkan bencana kemanusiaan, termasuk kelaparan massal dan keruntuhan total layanan kesehatan. Beberapa peserta aksi dipukuli saat mencoba melindungi rekan-rekan mereka yang ditangkap.
Demonstrasi ini diselenggarakan oleh kelompok Gerakan Bersatu (United Movement), yang berbasis di Wilayah Pendudukan Palestina. Aksi serupa juga dilaporkan berlangsung di kota Nazareth, di mana warga Palestina mengutuk kebijakan Israel terhadap Gaza yang mereka sebut sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.
Meskipun aksi berlangsung damai, tapi Israel menanggapinya dengan tindakan represif, yang menurut kelompok HAM lokal, mencerminkan pembungkaman sistematis terhadap kebebasan berekspresi warga Palestina di Wilayah Pendudukan.
